EMP Siapkan Pengeboran, SKK Migas Dorong Investasi US$300 Juta di Sumut
PT Energi Mega Persada (EMP) tengah mematangkan rencana eksplorasi minyak dan gas di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dengan persiapan pengeboran dua sumur baru yang dijadwalkan mulai Agustus mendatang. Pernyataan ini disampaikan pada 14 Mei oleh General Manager EMP Tonga di Padanglawas, Nita Apriyani, yang menyebutkan perusahaan sedang melakukan studi dan mengurus perizinan untuk penambahan sumur di wilayah kerja.
Rencana pengeboran dan jadwal
EMP Gebang Limited sedang mempersiapkan pengeboran dua sumur di Lapangan Secanggang, Kabupaten Langkat. Deputi General Manager EMP Gebang, Resha Ramadian, sebelumnya mengatakan proyek itu telah memasuki tahap persiapan dan masuk dalam agenda operasi beberapa tahun ke depan.
Menurut Nita Apriyani, langkah awal meliputi studi teknis dan penyelesaian dokumen perizinan agar pengeboran dapat berjalan tepat waktu. Target awal untuk mobilisasi lapangan ditetapkan pada Agustus.
Dorongan investasi dan peran SKK Migas
SKK Migas mencatat wilayah Sumatera bagian utara berkontribusi signifikan terhadap produksi nasional. Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, CW Wicaksono, menekankan perlunya kepastian investasi untuk memuluskan proyek hulu migas.
"Sekitar 30 persen produksi migas nasional berasal dari wilayah Sumbagut,"
Wicaksono menambahkan bahwa SKK Migas akan mendorong masuknya investasi sekitar US$300 juta ke Sumatera Utara untuk mendukung pengeboran sumur baru dan pengembangan lapangan produksi.
Perizinan dan dukungan pemerintah daerah
Pejabat daerah turut diminta mempercepat proses perizinan. Wakil Gubernur Sumatera Utara, disebut mendesak percepatan izin agar investasi yang sudah masuk bisa segera direalisasikan. Kepastian regulasi dianggap krusial oleh kontraktor kerja sama (KKKS) agar aktivitas hulu migas berlanjut.
Dampak ekonomi lokal
Proyek pengeboran tidak hanya menambah produksi migas, tetapi juga menciptakan efek ekonomi turunan. Kegiatan ini membutuhkan logistik, jasa penunjang, transportasi, dan tenaga kerja lokal di sekitar lokasi operasi.
Tantangan dan prospek
Industri hulu migas nasional masih menghadapi tantangan seperti tingginya biaya operasi dan ketidakpastian investasi global. Persaingan antarnegara dalam menarik modal energi juga menjadi faktor pembatas.
Meskipun demikian, rencana EMP di Langkat dan dorongan SKK Migas untuk menarik investasi menunjukkan prospek penguatan sektor hulu di Sumatera Utara. Pelaksanaan studi teknis dan percepatan perizinan menjadi penentu utama apakah target Agustus dapat terpenuhi.
Turut hadir dalam audiensi sejumlah manajemen, termasuk General Manager Japex-EMP Gebang Fuminori Kaneko, General Manager PT APGWI Mohammad Yasin Abdulfatah, serta Field Manager Pertamina EP Field Pangkalan Susu Edwin Susanto.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Nasir Nurdin Kembali Maju Ketua PWI Aceh, Kantongi 118 Dukungan
Nasir Nurdin maju lagi sebagai calon Ketua PWI Aceh 2026–2031 dengan 118 dukungan menjelang Konferprov XIII...
Irwansyah Advokasi Bantuan Fasilitas untuk 8 Masjid di Banda Aceh
Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah advokasi fasilitas untuk delapan masjid dan serahkan sound system di dua mas...
Wali Kota Sabang Buka FASI 2026, Tekankan Pembinaan Generasi Qurani
Wali Kota Sabang membuka FASI 2026 di Masjid Agung Babussalam, menekankan pembinaan generasi Qurani sebagai...
Kesadaran Bayar Tunggakan Rekening Air Meningkat di Aceh Besar
Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar mencatat peningkatan kepatuhan pelanggan membayar tunggakan setelah sosia...
Pemkab Nagan Raya Imbau Warga Waspadai Kabut Asap Karhutla
Pemkab Nagan Raya imbau warga waspada kabut asap karhutla; gunakan masker, batasi aktivitas luar, tutup jend...
Pemkot Sabang Bagikan 5.000 Masker Antisipasi Kabut Asap
Pemkot Sabang membagikan 5.000 masker medis pada 16 Oktober 2026 untuk mengurangi risiko kesehatan akibat ka...