BKKBN Percepat Intervensi Langsung untuk Keluarga Risiko Stunting
BKKBNHarganas Ke-33 di Yogyakarta pada 25 Juni 2026, dengan tujuan menyelesaikan masalah dasar yang berpotensi melahirkan generasi stunting.
Intervensi langsung sebagai prioritas
Wihaji meminta jajaran untuk mengutamakan aksi nyata ketimbang diskusi berkepanjangan. Pendekatan lapangan dinilai kunci untuk menangani akar masalah keluarga rentan.
"Kita diminta tidak banyak diskusi tetapi turun langsung ke lapangan menyelesaikan masalah keluarga risiko stunting secara nyata. Banyak kasus ditemukan mulai dari ekonomi sanitasi air bersih hingga pernikahan tidak tercatat yang berdampak pada kesejahteraan keluarga,"
Menurut Wihaji, intervensi harus menyasar kondisi konkret keluarga, bukan sekadar program administratif. Pendekatan ini juga mencakup edukasi, pendampingan, dan perbaikan prasarana dasar.
Temuan lapangan: masalah dasar keluarga
Pengawasan lapangan mengungkap beberapa masalah yang sering muncul pada keluarga risiko stunting. Kondisi itu antara lain terkait ekonomi keluarga, sanitasi, akses air bersih, dan administrasi kependudukan.
- Keterbatasan ekonomi
- Sanitasi dan air bersih yang buruk
- Pernikahan tidak tercatat
Masalah-masalah ini berdampak langsung pada kesejahteraan anak dan potensi gizi buruk jika tidak segera ditangani.
Kolaborasi pentahelix dan dukungan BSI
Pemerintah melibatkan berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix untuk memberikan bantuan yang bertahap dan berkelanjutan. Salah satu bentuk kolaborasi adalah dukungan pembangunan rumah oleh BSI bagi keluarga berisiko.
Wihaji menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat perbaikan kondisi hunian keluarga rentan.
Kisah Supriatun: harapan dari bantuan rumah
Supriatun, seorang ibu dari keluarga risiko stunting, menceritakan keterbatasan ekonomi yang dialami sejak beberapa tahun terakhir. Ia belum pernah menerima bantuan pemerintah yang memadai sebelum program ini.
"Saya sudah tinggal di sini sejak dua ribu dua puluh dan belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah selain listrik gratis. Pengeluaran per bulan sekitar satu juta tujuh ratus lima puluh ribu dan sering dibantu keluarga untuk kebutuhan sehari hari,"
Ia mengaku bersyukur atas rencana pembangunan rumah yang didukung BSI. Menurut Supriatun, bantuan itu memberi harapan hidup lebih layak dan lingkungan sehat untuk anak-anaknya.
"Saya merasa senang karena akan dibangunkan rumah sehingga bisa tinggal lebih layak bersama tiga anak saya. Harapan saya ke depan pemerintah terus memperhatikan keluarga kecil seperti kami agar kehidupan menjadi lebih baik,"
Prospek dan langkah selanjutnya
Wihaji berharap program intervensi langsung dan model program orang tua asuh dapat mempercepat penurunan angka stunting. Ia menekankan bahwa edukasi keluarga dan pendampingan berkelanjutan menjadi kunci menciptakan generasi sehat dan berkualitas.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan fokus pada perbaikan dasar keluarga, pemerintah berharap penanganan stunting menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mitchell Baker Raih Sepatu Emas FIFA ASEAN Cup 2026
Mitchell Baker jadi top skor FIFA ASEAN Cup 2026 dengan lima gol, saat Indonesia juara setelah kalahkan Thai...
Komisi VII Pertimbangkan Perizinan Satu Pintu Kawasan Industri
Komisi VII DPR menimbang perizinan satu pintu untuk kawasan industri demi percepat izin dan atasi hambatan S...
Wamendagri: Pemerintah Siap Bahas RUU Pemilu Bersama DPR
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah siap memulai pembahasan RUU Pemilu bersama Komisi II DPR RI dan t...
Sugiono Resmi Menjabat Menko PMK, Gantikan Pratikno
Sugiono resmi mulai bertugas sebagai Menko PMK menggantikan Pratikno setelah serah terima jabatan di Kemenko...
MenImipas Cabut Pembebasan Bersyarat Indra Kenz: Remisi Dinyatakan Tak Sesuai
MenImipas mencabut pembebasan bersyarat Indra Kenz karena proses remisi dinyatakan tidak sesuai ketentuan se...
HUT ke-81 TNI: Fahira Idris Tegaskan TNI Kuat Bersama Rakyat
Fahira Idris beri penghormatan pada HUT ke-81 TNI (5 Okt 2026) dan menekankan pentingnya TNI bersama rakyat...