PLTP Dieng Unit 2 Dukung Target Swasembada Energi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menilai pembangunan PLTP Dieng Unit 2 sebagai langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi. Groundbreaking proyek berlangsung pada 25 Juni 2026 di Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Menurut Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), proyek ini sejalan dengan Asta Cita Presiden yang menargetkan kemandirian energi dalam beberapa tahun mendatang.
Peran dalam swasembada energi
Direktur Jenderal EBTKE, Eniya Listiani Dewi, mengatakan pembangunan pembangkit ini merupakan kontribusi nyata pemanfaatan sumber daya domestik. Pembangkit panas bumi dianggap strategis karena mampu menyediakan listrik beban dasar (base load) yang diperlukan Pulau Jawa.
“Proyek ini merupakan kontribusi yang nyata untuk mendukung Asta Cita Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada energi. Presiden ingin Indonesia berswasembada energi dalam 4-5 tahun ke depan dengan memanfaatkan sumber daya yang berasal dari dalam negeri,” ujar Eniya.
Kapasitas dan target operasi
PLTP Dieng Unit 2 dirancang memiliki kapasitas 55 megawatt (MW). Pengembang menargetkan pembangkit mulai beroperasi pada 2028. Hadirnya pembangkit ini diharapkan menambah pasokan listrik bersih dan andal, sekaligus memperkuat jaringan ketahanan energi nasional.
“Dengan kapasitas 55 MW dan target operasi pada 2028, proyek ini akan menambah pasokan listrik bersih yang andal sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai salah satu tulang punggung ketahanan energi nasional,” ujar Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis.
Dampak ekonomi dan lingkungan
ESDM menekankan bahwa pengembangan panas bumi tak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi hijau. Pemanfaatan potensi panas bumi Indonesia yang besar dinilai masih belum optimal, sehingga proyek ini menjadi upaya nyata meningkatkan manfaat ekonomi lokal dan nasional.
Kolaborasi dan kebijakan
Kementerian mendorong kolaborasi antarpemangku kepentingan dan masyarakat sekitar Dieng untuk mendukung proyek. Pemerintah juga berjanji menyediakan kebijakan adaptif dan iklim investasi kondusif, sambil memastikan tata kelola yang memperhatikan kelestarian lingkungan.
Dengan dimulainya pembangunan ini, ESDM berharap proyek PLTP Dieng Unit 2 akan menjadi contoh percepatan investasi strategis di sektor panas bumi. Proyek diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong transisi menuju ekonomi rendah karbon.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Buka Ekspor Pangan Asal Petani Tidak Rugi
Presiden Prabowo setuju membuka ekspor pangan dan pupuk asal petani domestik tidak dirugikan; pernyataan dis...
Prabowo: Persatuan Kunci Masa Depan Indonesia
Prabowo di PENAS Gorontalo: persatuan kunci agar Indonesia tak gagal; pemerintah bekerja keras menjaga kekay...
DPR Minta Evaluasi Usai Dua Peserta Latsarmil SPPI Meninggal
DPR minta evaluasi menyeluruh setelah dua peserta SPPI meninggal saat latsarmil; fokus pelatihan dinilai har...
Cara Polling Logo Resmi HUT ke-81 RI: Langkah dan Syarat
Pemerintah membuka polling publik untuk memilih logo resmi HUT ke-81 RI. Ikuti langkah resmi melalui situs l...
Pabrik Vape Ganja Internasional Beromzet Rp360 Miliar Dibongkar
Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar pabrik rumahan vape ganja beromzet Rp360 miliar, pelaku WNA dan t...
Partisipasi Publik Tentukan Logo HUT ke-81, Mensesneg Tegaskan Kebersamaan
Panitia HUT ke-81 libatkan publik dalam memilih logo; Mensesneg Prasetyo Hadi berharap hasilnya jadi simbol...