Ekonomi

IHSG Berbalik Menguat 2,69% ke 6.041 pada Penutupan Sesi I

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG naik 2,69% ke level 6.041,93 pada penutupan sesi I 25 Juni 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat pada penutupan sesi I, Kamis, 25 Juni 2026, naik sebesar 2,69% ke level 6.041,93 setelah sempat dibuka di bawah level psikologis 6.000.

Pergerakan pasar sesi I

Sepanjang perdagangan sesi I, IHSG sempat menyentuh level terendah di 5.864 dan tertinggi di 6.056,20. Nilai transaksi hingga jeda siang tercatat meningkat menjadi sekitar Rp 7,9 triliun dengan volume perdagangan mencapai 13,7 miliar lembar saham.

Saham yang menguat mendominasi pasar, yakni sebanyak 535 saham, sementara 139 saham turun dan 134 saham tidak berubah. Kondisi ini menandai pemulihan dari tekanan awal sesi yang sempat menekan indeks ke bawah 6.000.

Sentimen dan analisis

Pasar datang di bawah tekanan setelah pengumuman MSCI yang memengaruhi sentimen investor. Menurut tim Pilarmas Investindo Sekuritas, pengumuman tersebut memberi tekanan terbesar pada IHSG dan pasar obligasi sehari sebelumnya.

Tim analis mencatat bahwa pada hari sebelumnya IHSG sempat turun hingga 3,56% ke level 5.883, sementara imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) kembali naik, beberapa di atas 7,20%.

"Level IHSG sendiri secara jangka pendek berpotensi untuk menyentuh 5.740 apabila belum ada upaya dari pemangku untuk memperbaiki kepercayaan pelaku pasar dan investor," ujar tim Pilarmas Investindo Sekuritas.

"Apabila tidak ada sentimen, potensi penurunan semakin terbuka lebar, begitupun imbal hasil obligasi 10y yang berpotensi kembali bermain di level 7,20 - 7,35 persen," tambah mereka.

Prospek perdagangan sesi II

Secara keseluruhan, analis memperkirakan pergerakan indeks pada sesi kedua masih terbatas melemah. Level support dan resistance diperkirakan berada di rentang 5.735 – 6.080.

Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada adanya sentimen positif yang mampu memulihkan kepercayaan investor atau aksi kebijakan dari pemangku kepentingan untuk meredam tekanan di pasar obligasi.

Investor disarankan memantau perkembangan berita kebijakan dan data pasar obligasi yang berpotensi menentukan arah IHSG pada sisa hari perdagangan.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait