Ekonomi

Stasiun Gambir Layani 2,60 Juta Penumpang Jan–Mei 2026

Bagikan:
Stasiun Gambir dengan atap joglo dan penumpang di peron

Stasiun Gambir melayani 2.603.087 pelanggan kereta api jarak jauh pada periode Januari hingga Mei 2026, tumbuh 11,95 persen dibanding periode sama tahun 2025. Data KAI mencatat 1.342.160 keberangkatan dan 1.260.927 kedatangan dari stasiun di Jakarta Pusat ini.

Rekap layanan dan catatan waktu

Angka itu disampaikan KAI dalam laporan perkembangan stasiun yang dirilis pada Rabu, 24 Juni 2026. Pertumbuhan penumpang menunjukkan peningkatan mobilitas antarkota pada kuartal pertama hingga pertengahan tahun.

Untuk konteks, sepanjang 2025 jumlah pelanggan yang naik dan turun di Gambir mencapai 5.990.911 orang. KAI mendorong penumpang agar merencanakan perjalanan untuk menjaga kenyamanan operasional.

Sejarah singkat Stasiun Gambir

Jejak stasiun ini bermula pada 1871 sebagai Halte Koningsplein. Pada 1884 perhentian sederhana itu berkembang menjadi Stasiun Weltevreden yang lebih permanen.

Pada sekitar 1930-an bangunan stasiun mengalami perubahan bergaya Art Deco. Kemudian pembangunan jalur rel layang rute Manggarai hingga Jakarta Kota dikerjakan pada akhir 1980-an.

Bangunan baru bergaya atap joglo resmi dioperasikan pada 5 Juni 1992, menjadikan Gambir sebagai salah satu gerbang utama perjalanan kereta jarak jauh.

Transformasi layanan dan fasilitas

KAI menyatakan fokus operasional Stasiun Gambir kini khusus melayani keberangkatan serta kedatangan kereta jarak jauh. Perubahan itu disertai peningkatan fasilitas bagi penumpang.

Stasiun Gambir adalah ruang perjalanan yang menyimpan banyak lapisan sejarah. Dari halte kecil di kawasan Koningsplein, berkembang menjadi stasiun besar, lalu bertransformasi menjadi stasiun layang modern yang sampai hari ini menjadi salah satu gerbang utama perjalanan kereta api jarak jauh

Dalam upaya meningkatkan kenyamanan, KAI menyiapkan fasilitas ruang tunggu premium dan penginapan transit untuk penumpang. Langkah ini bertujuan menambah nilai layanan bagi pelanggan dengan kebutuhan beragam.

Transformasi Gambir menunjukkan bahwa stasiun selain tempat naik dan turun pelanggan, juga menjadi bagian dari cara kota menata mobilitas. Ketika layanan semakin mudah, perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, aktivitas ekonomi ikut terdorong, dan pusat kota semakin terhubung dengan berbagai daerah

Imbauan dan komitmen KAI

Executive Vice President Corporate Secretary KAI mengimbau agar penumpang merencanakan perjalanan guna mengurangi kepadatan dan memperlancar operasional stasiun.

Gambir telah melewati banyak zaman, tetapi perannya tetap sama yaitu menghubungkan pelanggan dengan tujuan, keluarga, pekerjaan, dan harapan. KAI akan terus merawat nilai sejarahnya, memperkuat layanannya, dan menjaga Gambir sebagai gerbang perjalanan yang membanggakan bagi Indonesia

Perkembangan jumlah penumpang dan peningkatan fasilitas menempatkan Stasiun Gambir sebagai titik penting dalam jaringan kereta jarak jauh nasional. Ke depan, pengelolaan layanan dan fasilitas akan menjadi fokus agar peran Gambir sebagai gerbang perjalanan tetap optimal dan nyaman bagi semua pengguna jasa.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait