Kemendagri Beri Insentif Fiskal untuk Bangun Kompetisi Antardaerah
Kementerian Dalam Negeri mengumumkan skema penghargaan berbasis regional berupa insentif fiskal untuk mendorong kompetisi sehat antarpemerintah daerah dan meningkatkan kinerja kepala daerah. Pernyataan ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Rabu, 20 Mei 2026.
Skema dan besaran insentif
Kemendagri menyiapkan penghargaan tidak hanya berupa trofi, tetapi juga dana insentif yang bersumber dari anggaran kementerian. Untuk tingkat kabupaten, penetapan pemenang diberikan dalam tiga posisi: Terbaik I, II, dan III.
Besaran insentif untuk kabupaten:
- Terbaik I: Rp3 miliar
- Terbaik II: Rp2 miliar
- Terbaik III: Rp1 miliar
Untuk tingkat provinsi dan kota, penghargaan diberikan kepada pemenang Terbaik I dengan insentif sebesar Rp3 miliar.
Regional dan kategori penilaian
Skema penghargaan dibagi menurut regional agar kompetisi berjalan merata dan adil. Regional yang ditetapkan meliputi:
- Sumatera
- Kalimantan
- Sulawesi
- Maluku-Nusa Tenggara
- Jawa-Bali
- Papua
Kategori yang dikompetisikan terdiri dari beberapa fokus program prioritas, antara lain:
- Penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting
- Creative financing
- Penurunan angka pengangguran
- Pengendalian inflasi
"Tujuannya untuk menimbulkan iklim kompetitif, memberikan penghargaan kepada daerah berprestasi, dan memotivasi daerah lain agar bekerja lebih baik lagi," ujar Mendagri Muhammad Tito Karnavian.
"Ada empat kategori yang dikompetisikan dan datanya menggunakan data terverifikasi dari BPS serta Kemendagri," tambahnya.
Anggaran dan mekanisme penyaluran
Kemendagri mengalokasikan total Rp1 triliun untuk program insentif fiskal ini. Dana tersebut akan disalurkan secara bertahap sesuai pembagian regional dan hasil verifikasi data.
Penyaluran bertahap dimaksudkan untuk memastikan proses verifikasi dan penilaian berjalan transparan serta tepat sasaran.
Tujuan dan implikasi
Selain mendorong persaingan positif antar daerah, Kemendagri berharap penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kepala daerah berprestasi dan memberi contoh capaian yang bisa ditiru oleh daerah lain. Program ini juga bertujuan menunjukkan kepada publik bahwa banyak kepala daerah memiliki prestasi dan kinerja yang baik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Rencanakan Pemangkasan Kuota BBM Subsidi 2027
Pemerintah berencana memangkas kuota BBM subsidi menjadi 20,09 juta kl pada 2027, sambil menaikkan alokasi a...
Mendagri Koordinasi Percepatan Penanganan Dampak Gempa NTT
Mendagri Tito Karnavian terus koordinasi percepatan penanganan gempa NTT, fokus evakuasi, listrik, dan distr...
Mendagri Waspadai Gempa Susulan di NTT, Penanganan Dimulai di Pelabuhan
Mendagri Tito Karnavian mengingatkan potensi gempa susulan di NTT; Kementerian PU akan asesmen kerusakan di...
Seskab: 253 Ton Bantuan Logistik Telah Dikirim ke NTT
Seskab Teddy menyatakan pemerintah telah mengirimkan 253 ton bantuan logistik ke NTT; lima pesawat berangkat...
BMKG: 2.768 Gempa Susulan Guncang Flores Setelah M7,7
BMKG mencatat 2.768 gempa susulan setelah gempa M7,7 di Flores hingga 19 Agustus 2026; terbesar M6,2, 81 kej...
KPK: Korupsi Tak Selalu Berbentuk Uang, Bisa Lewat Kebijakan
KPK mengingatkan korupsi tak selalu berbentuk uang; kebijakan yang dimanipulasi bisa merugikan publik dan li...