Indonesia-Tunisia Perkuat Diplomasi Budaya melalui Film Sejarah
Indonesia dan Tunisia memperkuat diplomasi budaya melalui rencana produksi film sejarah bersama. Kesepakatan ini dibahas pada pertemuan di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 29 Juli 2026. Inisiatif bertujuan membuka kerja sama lintas bidang, termasuk pertukaran sineas, kolaborasi musik film, dan keterlibatan dalam festival internasional.
Rencana produksi dokumenter
Proyek awal adalah film dokumenter hasil kolaborasi Kedutaan Besar Tunisia, Produksi Film Negara (PFN), dan TVRI. Dokumenter akan mengisahkan perjalanan seorang pelukis Tunisia yang memiliki ikatan sejarah dengan Indonesia dan semangat Konferensi Asia-Afrika.
Kementerian Kebudayaan melihat dokumenter ini sebagai pintu masuk menuju proyek film bersama yang lebih luas. Film tersebut akan merekam jejak hubungan sejarah dan pertukaran budaya kedua negara serta memperkenalkan tokoh utama cerita kepada publik yang lebih luas.
Dukungan kementerian dan peluang pendanaan
Kementerian menawarkan beberapa skema dukungan untuk mengembangkan proyek ini. Dukungan yang disebutkan dapat membantu produksi dan distribusi film lintas negara.
- Dana abadi
- Matching fund untuk pendanaan bersama
- Fasilitasi jaringan distribusi dan festival
Pertukaran sineas dan unsur musik
Kolaborasi juga mencakup keterlibatan musisi dari kedua negara untuk memperkuat unsur musik dalam film. Indonesia membuka peluang bagi sineas Tunisia tampil dalam forum perfilman nasional, termasuk Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), sebagai bentuk pertukaran kreatif.
Makna diplomasi budaya
"Budaya adalah jembatan untuk diplomasi dan merupakan bagian dari soft power. Kami berharap melalui kebudayaan, hubungan antarmasyarakat Indonesia dan Tunisia semakin kuat,"
— disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat pertemuan yang membahas rencana produksi tersebut.
"Ini pertama kalinya ada produksi bersama yang bersifat historis antara Indonesia dan Tunisia. Kami berharap dokumenter ini membuka lebih banyak perspektif dan pemahaman mengenai kedua negara,"
— kata Duta Besar Tunisia untuk Indonesia, Mohamed Trabelsi, menegaskan harapan agar film mampu menjangkau masyarakat lebih luas dibandingkan pertemuan formal.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan memfasilitasi pertukaran pelaku seni, partisipasi dalam festival film, dan pengembangan proyek kreatif lintas negara. Jika terealisasi, inisiatif ini dapat memperkaya peta diplomasi budaya kedua negara sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif baru bagi pelaku industri perfilman di kedua sisi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Basarnas Cari Remaja Tenggelam di Sungai Ciliwung Jagakarsa
Basarnas dan tim SAR mencari Zafran (14) yang diduga tenggelam di Sungai Ciliwung, Jagakarsa pada 30 Juli 20...
WWB Kembangkan Kredit Alternatif untuk UMKM Perempuan
WWB kembangkan kredit alternatif berbasis jejak digital untuk tingkatkan akses modal pelaku UMKM perempuan y...
Pemerintah Integrasikan Koperasi Susu ke Program MBG
Pemerintah mengintegrasikan koperasi susu ke Program MBG dengan Perpres Koperasi Merah Putih dan dukungan mo...
Prabowo: Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang Jaga Identitas Bangsa
Presiden Prabowo meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang (30 Juli 2026) dan menegaskan pelestarian b...
LRT Jakarta Fase 1B Siap Operasi Agustus 2026 dengan 5 Stasiun Baru
LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai ditargetkan beroperasi Agustus 2026, menambah lima stasiun dan...
BMKG: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering dan Lebih Lama
BMKG memperingatkan musim kemarau 2026 akan lebih kering dan lebih panjang karena El Nino yang diprediksi me...