IHSG Diprediksi Rebound Akhir Pekan, Sentimen Minyak dan Ritel Jadi Kunci
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berbalik menguat pada perdagangan akhir pekan ini setelah kemarin turun 0,28 persen ke level 5.886. Prediksi tersebut disampaikan oleh analis BNI Sekuritas pada Jumat, 12 Juni 2026, yang menyebut potensi short term rebound di rentang 5.900-5.950. Tekanan datang dari aliran modal asing yang masih tercatat jual bersih, sementara perkembangan geopolitik dan data domestik menjadi penentu sentimen pasar.
Aliran Modal Asing dan saham yang paling banyak dijual
Investor asing masih mencatat net sell sebesar Rp252,65 miliar pada perdagangan sebelumnya. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- BBRI
- DSSA
- ASII
- AMMN
- CUAN
BNI Sekuritas memetakan level support IHSG di kisaran 5.780-5.840 dan level resistansi di 5.900-6.000. Jika tekanan jual mereda, rebound teknikal berpeluang mengembalikan indeks ke area resistansi tersebut.
Perkembangan Timur Tengah dan dampak harga minyak
Sentimen eksternal masih dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah. Kabar pembatalan serangan oleh Presiden AS memicu reli di bursa Amerika Serikat dan menekan harga minyak karena kekhawatiran gangguan pasokan mereda.
IHSG hari ini berpotensi short term teknikal 'rebound' ke 5.900-5.950
Namun pasar Asia-Pasifik cenderung menutup melemah karena kekhawatiran risiko serangan lanjutan. Pasar waspada bahwa eskalasi konflik dapat mendorong kenaikan harga minyak, memicu inflasi tinggi, dan membuat bank sentral AS mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Data penjualan ritel melemah, tekanan pada konsumsi
Di dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada data penjualan ritel April 2026 yang turun menjadi 3,7 persen secara tahunan. Menurut analis Phintraco Sekuritas, ini merupakan penurunan pertama sejak April 2025 dan menunjukkan pelemahan daya beli.
Penurunan disebabkan melemahnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar non subsidi
Secara bulanan, penjualan ritel tercatat turun 11,6 persen pada April 2026, level penurunan terbesar sejak Juni 2022. Pelemahan konsumsi domestik dapat menahan sentimen positif dari aksi teknikal pada IHSG.
Efisiensi anggaran MBG dan implikasi fiskal
Pemerintah melakukan efisiensi anggaran program MBG dari semula Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. Realisasi anggaran hingga Mei 2026 tercatat Rp88,15 triliun, naik 17,53 persen dari realisasi April sebesar Rp75 triliun.
| Item | Angka |
|---|---|
| Anggaran semula MBG | Rp335 triliun |
| Anggaran efisiensi MBG | Rp268 triliun |
| Realisasi hingga Mei 2026 | Rp88,15 triliun |
| Realisasi April 2026 | Rp75 triliun |
Analis menilai efisiensi anggaran MBG dapat membantu menekan defisit APBN jika dilakukan signifikan, sehingga menjadi faktor yang diawasi pelaku pasar bersamaan dengan data makro dan kondisi geopolitik.
Secara ringkas, IHSG berpeluang menguat secara teknikal pada akhir pekan ini, namun realisasi kenaikan akan bergantung pada aliran modal asing, perkembangan geopolitik yang mempengaruhi harga minyak, serta data konsumsi domestik.
Berita Terkait
KAI Services Bina 113 Petugas Pengaman LRT Jabodebek
KAI Services membina 113 petugas pengamanan LRT Jabodebek pada 10 Juni 2026 untuk tingkatkan kedisiplinan, p...
KAI Layani 214 Juta Penumpang Jan–Mei 2026
KAI Group melayani 214.045.803 penumpang Jan–Mei 2026, naik 7,20%; KAI Commuter sumbang 169 juta penumpang.
KAI Percepat Elektrifikasi Jalur Kereta untuk Tekan Polusi
KAI mempercepat elektrifikasi jalur kereta untuk mendorong alih moda dari jalan raya, memangkas emisi, dan m...
KAI Percepat Elektrifikasi Jalur untuk Tekan Polusi Nasional
KAI percepat elektrifikasi jalur kereta untuk dorong shifting moda dan tekan polusi udara, dipaparkan dalam...
KAI Jajaki Pembiayaan Campuran untuk Proyek Kereta Ramah Lingkungan
PT KAI menjajaki skema pembiayaan campuran termasuk green bond dan sukuk hijau untuk mendanai proyek kereta...
Kemenperin Perkuat Peran IKM dalam Industri Kendaraan Listrik
Kemenperin mendorong keterlibatan IKM dalam rantai pasok kendaraan listrik untuk meningkatkan TKDN dan keman...