Adipati: DSI Harus Fokus Kembangkan Pasar dan Hilirisasi
PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) didorong untuk memperkuat peran dalam membuka pasar dan mendukung hilirisasi, namun fungsi komersial dan pengawasan harus dipisahkan secara tegas, kata Mayjen TNI (Purn) Achmad Adipati Karnaeidjaja pada Jumat, 12 Juni 2026.
Peran DSI dan arah kebijakan
Adipati menilai DSI berpotensi menjadi instrumen strategis negara untuk memperluas akses pasar bagi produk nasional dan memperkuat nilai tambah komoditas. Menurut dia, dukungan DSI sebaiknya diarahkan pada upaya hilirisasi serta peningkatan daya saing industri dalam negeri.
Pemisahan fungsi komersial dan pengawasan
Meski membuka ruang bisnis bagi DSI, Adipati menegaskan pentingnya memisahkan peran komersial dan fungsi pengawasan perdagangan. Ia menyatakan pengawasan tidak boleh dilakukan oleh pihak yang memiliki kepentingan bisnis langsung agar objektivitas tetap terjaga.
"DSI boleh berdagang, tetapi tidak boleh menjadi pengawas tunggal atas data eksportir lain. Fungsi pengawasan harus dipisahkan,"
Data perdagangan sebagai kunci pengawasan
Adipati menggarisbawahi masalah utama selama ini bukan sekadar siapa pelaku ekspor, tetapi ketiadaan data akurat. Negara perlu menguasai informasi tentang harga, volume, kualitas, pembeli akhir, dan aliran devisa hasil ekspor.
"Kekeliruan terbesar adalah menganggap seluruh persoalan kebocoran ekspor dapat diselesaikan dengan menjadikan negara sebagai pedagang. Padahal inti masalahnya adalah pengawasan dan penguasaan data,"
Menurutnya, kekuatan negara lebih berada pada kemampuan mengumpulkan dan menganalisis data, serta mendeteksi penyimpangan sebelum kerugian terjadi.
Dampak bagi pelaku usaha
Adipati mengingatkan bahwa eksportir telah membangun jaringan bisnis yang kompleks selama bertahun-tahun. Jaringan ini mencakup beberapa unsur penting yang harus diperhitungkan saat merancang kebijakan baru:
- Kontrak jangka panjang dengan pembeli
- Reputasi usaha di pasar internasional
- Fasilitas pembiayaan dan skema pembayaran
- Sistem logistik dan rantai pasok yang mapan
Karena itu, setiap penguatan peran DSI perlu mempertimbangkan ekosistem usaha yang sudah berjalan. Langkah kebijakan sebaiknya tidak menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha atau mengganggu persaingan sehat.
Kesimpulan dan prospek
Secara singkat, Adipati menganjurkan agar DSI difungsikan sebagai agen pembuka pasar dan penguat hilirisasi, sementara pengawasan perdagangan diletakkan pada lembaga independen. Model ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan kepentingan negara dan dunia usaha, serta menjaga akurasi data dan kepercayaan pelaku pasar.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KDKMP Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa dan Pangkas Rantai Distribusi
Pemerintah percepat KDKMP untuk pangkas rantai distribusi, serap produk desa, dan perluas akses pembiayaan....
Pelanggan Kereta Panoramic Naik 62,86% hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic melonjak 62,86% hingga Agustus 2026, dorong peluang kereta wisata setelah kunjung...
Harga Emas Galeri24 & UBS di Pegadaian Naik, 5 Okt 2026
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian naik pada 5 Oktober 2026; Galeri24 Rp2.513.000/g (+Rp7.000) dan UBS...
Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2% Jadi Rp11,91 T pada 2025
Ekspor mainan Indonesia naik 8,2% pada 2025 menjadi Rp11,91 triliun; pasar utama dan program TKDN dorong pen...
Ekspor Mainan Indonesia Naik Jadi USD351,8 Juta Semester I 2026
Ekspor mainan Indonesia semester I 2026 naik ke USD351,8 juta; pemerintah dorong standar, TKDN, dan perluasa...
Harga Emas Antam Naik Rp6.000 per Gram, Update 5 Okt 2026
Harga emas Antam naik Rp6.000/gram pada 5 Okt 2026; 1 gram berada di Rp2.580.000 dan buyback Rp2.386.000 per...