Ekonomi

IHSG Dibuka Melemah ke 5.865, Tekanan Sentimen Global

Bagikan:
Grafik IHSG turun pada layar bursa saham sebagai ilustrasi tekanan pasar akibat sentimen global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 5.865 pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia. Pelemahan 14 poin atau sekitar 0,24% dari penutupan sebelumnya terjadi seiring sentimen geopolitik dan kenaikan harga minyak global.

Sentimen global dan kenaikan minyak

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tekanan utama datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi.

Eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz

Akibatnya, harga minyak ikut naik. Minyak mentah WTI tercatat di US$74,48 per barel, sementara Brent berada di US$78,02 per barel. Kenaikan energi seperti ini berpotensi mendorong inflasi global.

Implikasi ke kebijakan moneter dan arus modal

Kenaikan risiko inflasi memberi peluang bagi bank sentral AS, The Fed, untuk mengetatkan kebijakan. Tim Pilarmas mengingatkan risalah pertemuan The Fed menunjukkan kekhawatiran beberapa pejabat terhadap kenaikan risiko inflasi.

Risalah pertemuan The Fed menunjukkan sebagian pejabat mulai mengkhawatirkan risiko inflasi yang kembali meningkat. Sejumlah anggota bahkan memproyeksikan adanya kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada tahun ini

Prospek suku bunga lebih tinggi berpotensi memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Aliran modal keluar ini bisa menambah tekanan pada nilai tukar rupiah dan pasar saham domestik.

Faktor domestik: realisasi TKD

Di sisi domestik, ada sentimen positif dari percepatan penyaluran Transfer ke Daerah (TKD). Hingga semester I-2026, penyaluran TKD mencapai Rp357,4 triliun atau 51,6% dari pagu APBN 2026.

Tim Pilarmas menilai percepatan ini dapat mendongkrak aktivitas ekonomi daerah. Namun efeknya bergantung pada kualitas dan produktivitas belanja pemerintah daerah.

Proyeksi teknikal dan risiko ke depan

Dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan masih berpotensi melemah terbatas hari ini. Tim Pilarmas memproyeksikan indeks bergerak di area support 5.640 dan resistance 6.000.

Pelan namun jelas, perkembangan geopolitik dan keputusan The Fed akan menjadi katalis utama dalam beberapa hari mendatang. Investor disarankan memantau harga energi, data inflasi, serta realisasi anggaran daerah untuk menilai arah pasar selanjutnya.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait