Wamen HAM: Polri Tangani Kasus Ibu Hamil Tertembak di Intan Jaya
Wakil Menteri HAM Mugiyanto memastikan kasus ibu hamil yang tertembak di Intan Jaya kini ditangani secara menyeluruh oleh Polri.
Keputusan hentikan rencana tim investigasi
Keputusan itu diambil usai rapat koordinasi antara Kementerian HAM dan TNI yang membahas situasi keamanan dan penegakan HAM di Papua. Kementerian awalnya mempertimbangkan pembentukan tim investigasi khusus.
Namun, setelah mendapat penjelasan dari pihak kepolisian tentang perkembangan penyidikan, rencana pembentukan tim itu dibatalkan sementara. Mugiyanto mengatakan proses hukum berjalan komprehensif sehingga tim tambahan belum diperlukan.
"Sebetulnya kami sempat memikirkan pembentukan tim investigasi diperlukan. Tapi Pak Astamaops, sudah menjelaskan bahwa proses tersebut sedang ditangani menyeluruh, sehingga belum ada kebutuhan untuk membentuk tim penyelidikan, tim investigas,"
Polri: penyelidikan berjalan, tidak butuh tim tambahan
Komjen Pol Fadil Imran selaku Astamaops Polri menegaskan kesediaan penegak hukum untuk menangani kasus ini tanpa tim eksternal. Menurutnya, unit yang berwenang sudah bekerja di lapangan untuk mengungkap pelaku.
"Tidak perlu tim investigasi, Satgas Damai Cartenz dan Gakkum sudah bekerja menemukan tersangka. Koordinasi lapangan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku penembakan,"
Fadil menyatakan koordinasi lapangan terus dilakukan oleh Satgas Damai Cartenz dan Satgas Gakkum. Kedua satuan itu disebut aktif mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi pelaku.
Kasus lain yang juga ditangani
Selain penembakan ibu hamil, Polri menangani sejumlah kasus kekerasan di Papua. Kasus yang sedang dalam pengusutan meliputi penembakan terhadap seorang pendeta dan pembakaran pesawat milik AMA.
Polri menyatakan semua kasus itu diproses untuk mengungkap pelaku dan memastikan penegakan hukum berjalan. Pendekatan yang dipakai mengombinasikan penyelidikan lapangan dan kerja sama antar satuan terkait.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Keputusan Kementerian HAM menunggu perkembangan penyidikan menandai prioritas pada koordinasi antar-institusi. Ke depan, kedua pihak berjanji memantau perkembangan penyidikan untuk memastikan hak korban dan proses hukum terpenuhi.
Publik akan terus mengawasi hasil penyelidikan, termasuk penetapan tersangka dan proses peradilan. Jika bukti baru muncul, pihak berwenang dapat meninjau kembali kebutuhan pembentukan tim investigasi tambahan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kerja Sama Indonesia-India Percepat Kemandirian Obat
Kunjungan PM India mendorong kerja sama kesehatan untuk percepat kemandirian obat Indonesia lewat transfer t...
Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin Capai 50%, Area Terbakar 18 Ha
BNPB: pemadaman kebakaran TPA Jatiwaringin kini 50% meski area terbakar meningkat jadi 18 ha; upaya gabungan...
Indonesia Luncurkan Satelit Buatan Anak Bangsa Januari 2027
Indonesia akan meluncurkan satelit buatan BRIN dari India pada Januari 2027 untuk mendukung ketahanan pangan...
Indonesia-India Perkuat Kemitraan Strategis: Pertahanan hingga Farmasi
Indonesia dan India memperkuat kemitraan strategis saat kunjungan PM Modi, fokus pada pertahanan, farmasi, p...
Modi di DPR: India-Indonesia Siap Ukir Sejarah Baru
Modi berpidato di DPR RI, menyatakan India dan Indonesia siap memperkuat kemitraan strategis untuk 25 tahun...
Wamen HAM: Penyelesaian Papua Butuh Keterlibatan Semua Pihak
Wamen HAM Mugiyanto menegaskan penyelesaian Papua harus melibatkan seluruh komponen bangsa dan menegakkan hu...