Ekonomi

KRL Bogor Line Layani 78,08 Juta Pelanggan Semester I 2026

Bagikan:
Penumpang menunggu KRL di peron Stasiun Bogor saat jam sibuk

KRL Commuter Line Bogor Line melayani 78.077.679 penumpang sepanjang Semester I 2026. Data ini dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Selasa, 7 Juli 2026 dan menunjukkan mobilitas publik yang tinggi di kawasan penyangga ibu kota.

Data penumpang Semester I 2026

Jumlah 78,08 juta penumpang tersebut mencerminkan perjalanan komuter yang terus meningkat sejak 2022. Sepanjang 12 bulan tahun sebelumnya, volume rute Bogor mencapai 155.009.997 orang. Untuk periode 2024, tercatat 145.920.264 pelanggan.

Stasiun tersibuk dan pergerakan harian

Stasiun Bogor menjadi simpul utama dengan 18.451.462 pergerakan pada Semester I 2026. Rata-rata harian mencapai sekitar 101.942 orang.

  • Pintu masuk: 9.371.057 orang
  • Pintu keluar: 9.080.405 orang
  • Stasiun Tanah Abang: 17.291.480 pergerakan
  • Stasiun Sudirman: 13.078.339 pergerakan
  • Stasiun Citayam: 11.465.614 pergerakan
  • Stasiun Bekasi: 11.425.878 pergerakan

Upaya peningkatan kapasitas layanan

KAI menyatakan perluasan kapasitas menjadi prioritas untuk menjaga kenyamanan dan keteraturan perjalanan. Pengembangan peron jalur enam, tujuh, dan delapan dimaksudkan untuk mendukung rangkaian commuter line SF12.

“Bogor Line menjadi salah satu lintas utama yang menopang mobilitas harian masyarakat. Dengan 78,08 juta pelanggan pada Semester I 2026, penguatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan masyarakat dapat terus berjalan lebih tertata, nyaman, dan andal,”

Kutipan di atas disampaikan oleh Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Jadwal pengerjaan dan uji coba

Pekerjaan pengembangan peron Stasiun Bogor dimulai 15 April 2026 dan ditargetkan selesai 15 Juli 2026. KAI melakukan uji beban lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba KRL pada 1 Juli 2026.

Proyek meliputi struktur, arsitektur, kelistrikan, pemasangan kanopi peron, dan perbaikan jalur rel. Upaya ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas satu perjalanan dan memperbaiki alur naik-turun penumpang, terutama pada jam sibuk.

Koordinasi dan prospek layanan

Menurut Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI, koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian terus berlangsung untuk memperkuat konektivitas stasiun di wilayah Bogor.

“KAI ingin memastikan peningkatan layanan dilakukan sesuai kebutuhan pelanggan. Bogor Line melayani jutaan perjalanan harian masyarakat setiap tahun, sehingga kesiapan kapasitas, keselamatan, dan konektivitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan,”

Dengan pengembangan peron dan pengoperasian SF12, KAI menargetkan pelayanan yang lebih tertata dan andal bagi jutaan komuter setiap hari.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait