Ekonomi

Kemenko Pangan-Bayer Perkuat Ketahanan lewat Benih Jagung Hibrida

Bagikan:

Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Bayer Indonesia menggelar panen raya jagung di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan ini menegaskan upaya kolaboratif pemerintah, sektor swasta, dan petani untuk memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan benih jagung hibrida.

Panen raya dan tujuan kolaborasi

Panen raya di Ponorogo menjadi contoh penerapan inovasi benih untuk meningkatkan produktivitas di lahan terbatas. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mendukung percepatan target swasembada jagung nasional.

Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan tanam, tetapi juga peningkatan produktivitas. Kolaborasi pemerintah, petani, dan sektor swasta menjadi contoh nyata pengembangan pertanian berbasis inovasi

Data produksi dan potensi Ponorogo

Data nasional menunjukkan tren kenaikan produksi jagung. Pada Januari 2026, produksi jagung pipilan kering diperkirakan mencapai 1,38 juta ton, naik sekitar 11,09 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sebagai sentra produksi di Jawa Timur, Ponorogo tercatat memiliki luas panen sekitar 39.046 hektare dengan total produksi 284.242 ton sepanjang 2025.

Teknologi benih hibrida Dekalb DK19C

Bayer memperkenalkan benih jagung hibrida Dekalb DK19C yang memiliki potensi hasil antara 10 hingga 12 ton per hektare. Evaluasi teknis di lokasi uji menunjukkan performa agronomi yang baik dan efisiensi biaya produksi.

Dekalb menunjukkan bagaimana inovasi berbasis sains dapat diterapkan secara nyata untuk mendorong pertanian jagung yang lebih maju. Kami ingin membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih tinggi dan bernilai ekonomi lebih baik

Dampak bagi petani dan upaya daerah

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo menyatakan pemerintah daerah terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk meningkatkan hasil pertanian. Upaya peningkatan produktivitas dan adopsi teknologi dianggap kunci agar petani dapat meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi pertanian akan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target swasembada jagung nasional. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar pertanian semakin maju dan berkelanjutan

Seorang petani peserta program mengaku mengalami pertumbuhan tanaman yang lebih seragam dan kenaikan hasil panen setelah beralih ke benih hibrida. Hal ini mempertegas bahwa inovasi benih dapat langsung berdampak pada pendapatan petani.

Proyeksi ke depan

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan swasta, dan petani dinilai sebagai fondasi pembangunan pertanian berkelanjutan. Dengan pemanfaatan benih jagung hibrida dan dukungan teknis, upaya memperkuat ketahanan pangan dan mencapai swasembada jagung diharapkan berjalan lebih cepat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait