IAIN Langsa Kembangkan Pusat BIPA, Tarik 657 Calon Mahasiswa Internasional
Langsa — Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa mempercepat rencana internasionalisasi kampus dengan mengembangkan Pusat BIPA. Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan kerja delegasi IAIN Langsa ke Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Medan pada Jumat, 24 Juli.
Kunjungan dan tujuan
Rombongan dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr Amiruddin Yahya Azzawiy MA (Dr Emi), bersama Dekan Fakultas Syariah, Dr Yaser Amri MA. Mereka melakukan studi banding untuk mempelajari praktik pengelolaan lembaga pengajaran bahasa bagi penutur asing.
Tujuan utama kunjungan adalah menyiapkan Pusat BIPA yang profesional sebagai sarana pendukung akademik bagi mahasiswa internasional di IAIN Langsa. Kegiatan ini juga bagian dari strategi memperkuat daya saing global perguruan tinggi tersebut.
Jumlah calon mahasiswa internasional
IAIN Langsa mencatat minat tinggi dari pelajar luar negeri. Hingga saat ini tercatat sekitar 657 calon mahasiswa dari lebih dari 30 negara telah mendaftar untuk studi di kampus tersebut. Angka ini menjadi salah satu alasan percepatan pembentukan Pusat BIPA.
Pembelajaran dari UMSU
Rombongan IAIN disambut langsung oleh Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim M.Pd, beserta wakil rektor dan pimpinan lembaga terkait. Pertemuan berjalan hangat dan produktif dengan agenda berbagi pengalaman pengelolaan, kurikulum, dan layanan BIPA.
Ketua Lembaga BIPA UMSU, Dr Cut Novita Srikandi MHum, memaparkan program kerja dan strategi pengembangan lembaganya secara rinci. Paparan tersebut dianggap memberi referensi teknis bagi IAIN Langsa dalam menyusun kurikulum dan standar layanan.
“Kunjungan ini menjadi langkah strategis bagi IAIN Langsa untuk mempelajari praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan Pusat BIPA. Kami berharap pengalaman UMSU dapat menjadi referensi penting dalam membangun pusat BIPA yang profesional sehingga mampu memberikan layanan terbaik bagi mahasiswa internasional yang akan menempuh studi di IAIN Langsa,” ujar Dr Emi.
Sinergi dan langkah berikutnya
Melalui kegiatan benchmarking ini, kedua institusi berharap terjalin kerja sama lebih erat, termasuk pertukaran materi pengajaran, pelatihan pengajar BIPA, dan kolaborasi program internasional. IAIN Langsa menargetkan pembentukan pusat yang tidak hanya mengajar bahasa tetapi juga mendukung integrasi akademik mahasiswa internasional.
Dengan data pendaftar yang signifikan, pembangunan Pusat BIPA menjadi prioritas yang dinilai mampu memperkuat posisi IAIN Langsa sebagai perguruan tinggi berdaya saing global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
SMI Desak Investigasi Independen atas Dugaan Penyadapan LIMS
SMI mendesak investigasi independen atas dugaan penyadapan melalui LIMS yang menyeret mantan Kapolri dan dua...
Polsek Kualuh Hulu Tangkap Pengedar Sabu di Pinggir Jati
Tim Opsnal Polsek Kualuh Hulu menangkap Angga (40) terduga pengedar sabu di Pinggir Jati, Labuhanbatu Utara....
KNPI Kecam Oknum yang Catut Nama Bupati dalam Pungli Rp18 Juta
Ketua KNPI Padanglawas kecam oknum ZA yang diduga mencatut nama bupati untuk memungut Rp18 juta terkait prog...
Tapanuli Utara Luncurkan One Day Service untuk Akta Kelahiran
Pemkab Tapanuli Utara meluncurkan One Day Service: bayi lahir di Puskesmas langsung dapat akta, KK terbaru,...
Pemkab Nias Selatan Gelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello
Pemkab Nias Selatan menggelar Rakor Pemerintahan di Pulau Tello untuk memperkuat tata kelola, pengelolaan ke...
Warga Minta RDP Komisi III soal Pengelolaan 47.000 Ha Eks Torganda
Forum Masyarakat Mitra Torganda minta RDP Komisi III soal pengelolaan 47.000 ha eks Torganda dan pemulihan h...