Lokal

Aceh Besar Gelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula untuk SD dan SMP

Bagikan:
Siswa mengikuti Lomba Beut Kitab Bak Sikula di Gedung Dekranasda Aceh Besar

KOTA JANTHO — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Lomba Beut Kitab Bak Sikula untuk murid SD dan siswa SMP piloting Tahun Ajaran 2025–2026. Kegiatan berlangsung di Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, pada Sabtu, 25 Juli, dan menjadi evaluasi satu tahun pelaksanaan program prioritas Bupati H. Muharram Idris.

Pelaksanaan lomba dan peserta

Lomba digelar dalam tiga cabang: baca kitab Jawi, baca surah, dan praktik ibadah serta tulis Arab Jawi. Kegiatan berlangsung dua hari dengan total 230 peserta dari 23 SD dan 23 SMP piloting di seluruh Aceh Besar. Hari pertama diikuti 115 peserta tingkat SD, sedangkan hari kedua diisi 115 peserta tingkat SMP.

Tujuan: evaluasi dan peningkatan kualitas

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati SPd MSi, mengatakan lomba bukan sekadar menentukan pemenang, melainkan alat ukur keberhasilan program selama setahun.

"Program ini merupakan program prioritas Bapak Bupati Aceh Besar. Bahkan sudah mendapat pengakuan dari sejumlah kabupaten lain yang berencana menerapkan program serupa di wilayah mereka,"

Rahmawati menekankan bahwa mengintegrasikan pendidikan dayah ke sekolah formal merupakan tantangan, tetapi Aceh Besar berhasil menunjukkan kolaborasi antara pendidikan umum dan keagamaan dapat berjalan baik.

"Menghadirkan dayah ke sekolah merupakan sebuah program yang sangat luar biasa. Ini bukan sesuatu yang mudah, tetapi Alhamdulillah berhasil diwujudkan di Aceh Besar dan mendapat apresiasi dari berbagai pihak,"

Penilaian dan penghargaan

Ketua Panitia sekaligus Sekdisdikbud Aceh Besar, Fahrurrazi SE, menyatakan panitia menyiapkan penghargaan bagi juara berupa uang pembinaan, piala, medali, dan sertifikat sebagai motivasi tambahan.

  • Uang pembinaan
  • Piala
  • Medali
  • Sertifikat prestasi

"Walaupun hadiahnya tidak terlalu besar, kami berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Sertifikat prestasi juga dapat dimanfaatkan sebagai nilai tambah ketika melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi,"

Ketua Dewan Juri, Tgk Munawar, menyebut fokus penilaian pada tiga kategori utama dan menilai berdasarkan karakteristik masing-masing lomba.

"Hari ini kami melakukan penilaian terhadap tiga kategori lomba. Mekanisme penilaian tentu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perlombaan. Namun yang paling penting adalah melihat keseriusan dan antusiasme peserta didik dalam mengikuti kegiatan ini,"

Dampak program dan langkah ke depan

Rahmawati mengatakan lembaga DPRK Kabupaten Bireuen sempat berkunjung untuk mempelajari pelaksanaan program ini, sebagai salah satu indikator keberhasilan implementasi. Hasil lomba akan dijadikan acuan untuk menyempurnakan pelaksanaan program ke depan dan fokus pada perbaikan aspek yang masih kurang.

"Momentum ini menjadi evaluasi terhadap satu tahun pelaksanaan program Beut Kitab Bak Sikula. Hasil lomba hari ini akan menjadi acuan bagi kami dalam menyempurnakan pelaksanaan program ke depan,"

Program Beut Kitab Bak Sikula dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun pemahaman dasar keagamaan bagi peserta didik dan memperkuat implementasi keistimewaan pendidikan di Aceh.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait