Hasto di Blitar: Pengorbanan Pahlawan Harus Jadi Kebijakan
BLITAR — Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, melakukan ziarah ke makam Presiden pertama RI, Soekarno, di Kota Blitar, Sabtu (7/11/2026). Kunjungan itu menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November. Hasto menegaskan bahwa pengorbanan para pahlawan harus diwujudkan melalui kebijakan negara yang menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi rakyat.
Ziarah dan pesan utama
Hasto menyatakan bahwa kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai warisan sejarah. Ia menekankan bahwa kemerdekaan harus membawa rakyat keluar dari penindasan dan ketidakadilan. Pernyataan itu disampaikannya di pelataran Makam Bung Karno saat ziarah.
"Menggelorakan kembali semangat bahwa Republik Indonesia dibangun dengan cita-cita besar, yaitu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat, serta berpihak kepada rakyat Marhaen, rakyat yang tertindas dan diperlakukan tidak adil,"
Kebijakan harus berpihak kepada rakyat
Menurut Hasto, penghormatan terhadap jasa pahlawan tidak cukup hanya lewat upacara atau ziarah. Nilai perjuangan harus hadir dalam keputusan dan kebijakan pemerintah. Dengan kata lain, kebijakan publik harus menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
"Pengorbanan para pahlawan bangsa ini tidak boleh disia-siakan. Semangat itu harus dijabarkan dalam tata pemerintahan negara, sehingga seluruh kebijakan yang diambil benar-benar diarahkan untuk mewujudkan cita-cita Proklamasi,"
Amanah kekuasaan dan etika publik
Hasto mengingatkan bahwa kekuasaan adalah amanah untuk melayani rakyat. Jabatan publik tidak boleh dipakai untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompok tertentu. Sebaliknya, kewenangan harus dijalankan dengan tanggung jawab dan menjunjung etika.
"Jangan sampai kekuasaan dikelola dengan ketamakan, tanpa lagi berpijak pada nilai-nilai etika, moral, dan kebenaran,"
Ia menegaskan kembali bahwa kekuasaan harus digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk menguntungkan individu atau golongan. Menurut Hasto, menjauh dari nilai moral berisiko mengaburkan tujuan kemerdekaan.
Implikasi dan harapan
Pesan Hasto menempatkan tanggung jawab sejarah pada penyelenggara negara. Ia menuntut agar penyelenggaraan pemerintahan menegakkan keadilan dan memberi kesejahteraan bagi rakyat seperti yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Peringatan Hari Pahlawan menjadi momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai perjuangan tetap menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan publik.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Doa Bersama Jelang Soekarno Run di Makam Bung Karno
Tiga DPC PDI Perjuangan menggelar doa bersama di Makam Bung Karno, Jumat malam, untuk memohon kelancaran Soe...
Bupati Bangkalan Lepas Atlet ke POPDA 2026, Target Pertahankan Peringkat
Bupati Bangkalan melepas 98 atlet ke POPDA 2026; Pemkab siapkan fasilitas dan beasiswa untuk pertahankan pos...
Ijen Geopark Raih Green Card UNESCO, Tantangan ke Arah Kesejahteraan
Ijen Geopark kembali meraih Green Card UNESCO; pengakuan harus diikuti langkah konservasi dan pemberdayaan u...
Inflasi Banyuwangi Terendah di Jatim, 2,69% per September 2026
Inflasi Banyuwangi tercatat 2,69% per September 2026, terendah di Jatim berkat kolaborasi TPID dan forum HLM...
Jalan Usaha Tani 200 m di Pasuruan Ditinjau, Permudah Akses Petani
Arifin meninjau pembangunan jalan usaha tani 200 m di Dusun Kedungturi, Pasuruan, sebagai upaya perbaikan ak...
Ketua DPRD Malang Dorong Penguatan Ekosistem Seni dan Urban Farming
Ketua DPRD Malang dorong KIK lebih bermanfaat, permudah perizinan seni, dan kembangkan urban farming untuk k...