Doa Bersama Jelang Soekarno Run di Makam Bung Karno
Blitar — Tiga DPC PDI Perjuangan menggelar doa bersama di kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jumat malam (6/11/2026). Kegiatan itu diselenggarakan menjelang pelaksanaan Soekarno Run yang akan digelar Minggu (8/11/2026) dan diikuti sekitar 4.200 peserta. Doa dimaksudkan untuk memohon kelancaran acara sekaligus menghidupkan kembali semangat perjuangan Bung Karno.
Doa bersama dan kehadiran tokoh
Doa bersama dihadiri DPC PDI Perjuangan Kota Blitar, Kabupaten Blitar, dan Tulungagung. Hadir pula Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, serta takmir Masjid Agung Kota Blitar.
Menurut Djarot, doa tersebut merupakan ikhtiar agar pelaksanaan lomba lari berjalan aman dan tanpa kendala, mengingat jumlah peserta cukup besar.
‘Kita berdoa supaya kegiatan Soekarno Run bisa berjalan lancar, aman, dan tidak ada kendala, mengingat pesertanya cukup besar,’
Djarot juga menekankan bahwa Soekarno Run bukan sekadar aktivitas olahraga. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Tahlil 40 hari dan harapan panitia
Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Basori, mengatakan doa bersama dirangkai dengan tahlil memperingati 40 hari wafatnya Guruh Sukarnoputra. Kegiatan menjadi kesempatan mendoakan Bung Karno dan memohon kelancaran pelaksanaan lomba.
‘Melalui doa ini, kita mendoakan Sang Proklamator. Mudah-mudahan beliau diterima di sisi Allah SWT dan segala amal perbuatannya diterima. Kita juga berharap pelaksanaan Soekarno Run besok berjalan lancar,’
Basori menambahkan pentingnya meneruskan semangat perjuangan Bung Karno kepada kaum muda. Ia menyoroti nilai keberanian, kerja keras, dan keteguhan menghadapi tantangan.
Rute, makna historis, dan tujuan kegiatan
Soekarno Run dijadwalkan berlangsung di Kota Blitar pada Minggu, 8 November 2026. Panitia menyatakan jumlah peserta mencapai 4.200 orang. Rute lari akan melintasi sejumlah lokasi bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan hidup Bung Karno, termasuk kompleks Makam Bung Karno dan Istana Gebang.
Dengan melewati situs-situs itu, penyelenggara berharap peserta tidak hanya berolahraga tetapi juga mendapatkan pengalaman edukatif. Konsep rute bertujuan menghubungkan aktivitas fisik dengan pengenalan jejak sejarah Sang Proklamator.
Impak menjelang Hari Pahlawan
Pelaksanaan yang berdekatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November, membuat kegiatan ini memiliki nilai simbolis. Panitia berharap semangat pengorbanan dan pantang menyerah yang diwariskan pahlawan dapat tercermin dalam pelaksanaan lomba.
Soekarno Run direncanakan menjadi ajang olahraga sekaligus penguatan nilai sejarah bagi peserta, terutama generasi muda yang mengikuti kegiatan tersebut.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Surabaya Usul Sumur Resapan untuk Kendalikan Banjir di Kampung
Ketua DPRD Surabaya usul sumur resapan untuk kendalikan banjir kampung, melengkapi bozem dan perbaikan drain...
Sumur Resapan Jadi Solusi Pengendalian Banjir di Surabaya
Ketua DPRD Surabaya usulkan sumur resapan dan bozem kecil sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan pada...
DPRD Jember Dorong Aturan Tertulis untuk Pengendalian Sound Horeg
DPRD Jember mendorong aturan tertulis untuk mengatur sound horeg setelah rapat dengan MUI, Polres, Pemkab, d...
KKP Gelar Bulan Bakti di KNMP Lateng, Dorong UMKM dan Kuliner
KKP menggelar Bulan Bakti di KNMP Lateng Banyuwangi untuk dukung UMKM perikanan, wisata kuliner, layanan ser...
Jawa Timur Perluas PJJ untuk 44 Ribu Anak Tidak Sekolah
Ketua Komisi E DPRD Jatim usulkan perluasan PJJ untuk menjangkau 44 ribu anak tidak sekolah dengan pemetaan...
Ketua PDI Perjuangan Minta Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Pelajar di Magetan
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan minta polisi usut tuntas dugaan penganiayaan pelajar, dan pastikan perawata...