Politik

Jalan Usaha Tani 200 m di Pasuruan Ditinjau, Permudah Akses Petani

Bagikan:
Jalan usaha tani baru di Dusun Kedungturi, Desa Gununggangsir, Kabupaten Pasuruan

KABUPATEN PASURUAN — Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Arifin, meninjau proyek pembangunan jalan usaha tani di Dusun Kedungturi, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, pada Kamis (5/11/2026). Peninjauan dimaksudkan untuk memastikan pelaksanaan proyek berjalan lancar dan memenuhi target kualitas.

Detail proyek

Jalan yang sedang dibangun memiliki panjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter. Pembangunan ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan sebagai bagian dari upaya memperbaiki akses pertanian lokal. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi atas kendala mobilitas yang selama ini dialami para petani setempat.

Dukungan terhadap swasembada pangan

Menurut Arifin, proyek ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap program swasembada pangan nasional. Ia menekankan bahwa ketersediaan infrastruktur adalah bagian penting selain ketersediaan sarana produksi.

"Pembangunan jalan usaha tani ini merupakan salah satu wujud nyata kami dalam mendukung program swasembada pangan nasional,"

"Jalan yang dibangun sepanjang 200 meter dengan lebar 2,5 meter ini nantinya bisa dimanfaatkan para petani untuk mobilitas pertanian, baik dalam proses penanaman, maupun proses panen agar akses jauh lebih mudah,"

Alasan fokus pada infrastruktur

Arifin menuturkan kepada wartawan pada Jumat (6/11/2026) bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak bisa hanya bertumpu pada ketersediaan pupuk. Ia menegaskan perlunya infrastruktur yang memadai agar distribusi hasil pertanian berjalan efisien.

"Untuk mendukung swasembada pangan nasional, tidak hanya dengan pupuk merdeka saja, tetapi infrastruktur jalan juga menjadi akses kunci untuk kelancaran distribusi hasil pertanian demi tercapainya swasembada pangan," tegasnya.

Manfaat bagi petani lokal

Dengan adanya jalan usaha tani, para petani di Dusun Kedungturi diharapkan dapat menghemat waktu serta biaya operasional angkut hasil bumi. Perbaikan akses juga diharapkan mendorong efisiensi proses tanam dan panen, sehingga memberi potensi peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Pasuruan.

Prospek dan tindak lanjut

Peninjauan oleh Arifin menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur skala lokal yang berdampak langsung pada produksi pertanian. Ke depan, pemantauan kualitas pengerjaan dan ketersinambungan pembangunan infrastruktur serupa akan menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan luas.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait