Tujuh Titik Teba di Bumiaji, Upaya Kurangi Beban TPA Tlelung
Bumiaji, Kota Batu — Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, menginisiasi pembuatan tujuh titik teba di Kecamatan Bumiaji hingga Kamis (5/11/2026). Langkah ini bertujuan mengolah sampah organik dari rumah tangga agar volume yang masuk ke TPA Tlelung berkurang.
Apa itu teba dan bagaimana cara kerjanya
Teba adalah lubang pengolahan sampah organik di pekarangan. Sampah dapur dan dedaunan dimasukkan ke dalam lubang untuk mengalami penguraian alami. Hasilnya bisa menjadi kompos untuk menyuburkan tanah.
Inisiasi dan target gerakan
Gerakan dimulai door-to-door, mengajak warga membuat teba di halaman rumah masing-masing. Hingga laporan terakhir tercatat tujuh titik teba di Bumiaji. Khamim menekankan bahwa kegiatan ini tidak cukup dengan membuat lubang saja; edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting agar praktik menjadi kebiasaan.
Ini adalah langkah kecil namun berdampak besar dalam menjaga dan merawat bumi pertiwi. Tentu ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama. Lewat pembuatan teba di pekarangan rumah, kita bisa mengurai sampah dapur secara mandiri sekaligus menyuburkan tanah secara alami.
Peran masyarakat dan pemerintah lokal
Khamim mendorong keterlibatan aktif keluarga sebagai unit terkecil pengelolaan sampah. Ia berjanji akan terus turun ke lapangan untuk memberikan edukasi dan pendampingan teknis kepada warga. Dengan demikian, pengelolaan sampah organik menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar proyek sesaat.
Dengan membudayakan membuat teba organik, sisa makanan atau dedaunan tidak lagi dibuang sembarangan, melainkan diubah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.
Kaitannya dengan agenda nasional
Gerakan pembuatan teba ini merupakan bagian dari rangkaian Pekan Peduli Sampah Nasional yang digelar 9–14 November 2026 dalam agenda Merawat Pertiwi. Inisiasi lokal seperti di Bumiaji diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah Kota Batu.
Dampak yang diharapkan
Jika banyak rumah tangga menerapkan teba, volume sampah organik yang harus diangkut ke TPA Tlelung akan menyusut. Pengurangan beban TPA berpotensi menurunkan frekuensi angkut dan biaya pengelolaan sampah kota.
Langkah sederhana ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku keluarga bisa berdampak nyata pada pengelolaan sampah kota dan kesehatan lingkungan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Jatim Dorong Perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, Kediri
DPRD Jatim mendorong perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, dan Kediri; realisasi terganjal biaya sekitar...
Majapahit Digital Didorong Jadi Platform Pengaduan Publik Terpadu
Saifudin Zuhri mendesak Majapahit Digital dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan w...
PDI-P Dorong Majadigi Jadi Platform Pengaduan Terpadu
Saifudin Zuhri minta Majadigi dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan warga di Jati...
Harvard Kurniawan Dorong Optimalisasi Lapangan Olahraga Melalui Mabol
Harvard Kurniawan mendorong Pemkot Malang perbaiki lapangan kelurahan dan gelar mabol rutin di Stadion Gajay...
Buleks Minta Pengawasan RHU Surabaya Perketat Keamanan
Anggota DPRD Budi Leksono minta pengawasan RHU Surabaya diperkuat dengan SOP, tenaga kesehatan, dan layanan...
Kanang di Ngawi: Jangan Berbuat Zalim, DPR Awasi Dugaan Penyadapan
Anggota DPR Budi Sulistyono (Kanang) memberi pesan moral ke pelajar di Ngawi dan meminta DPR mengawal dugaan...