PDI-P Dorong Majadigi Jadi Platform Pengaduan Terpadu
SURABAYA — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur Saifudin Zuhri mendorong Majadigi milik Pemprov Jatim dikembangkan menjadi platform pelayanan publik terpadu yang memastikan setiap pengaduan masyarakat ditindaklanjuti hingga tuntas. Pernyataan itu disampaikan Kamis, 5 November 2026, saat Saifudin menyoroti efektivitas transformasi digital pemerintahan.
Kenapa Majadigi harus dikembangkan
Saifudin menilai keberhasilan transformasi digital tidak cukup diukur dari jumlah fitur atau eksistensi aplikasi. Yang lebih penting adalah kemudahan warga menyampaikan keluhan, kecepatan respons pemerintah, dan kepastian penyelesaian laporan.
Jangan sampai kita hanya bangga memiliki aplikasi digital, tetapi masyarakat masih kesulitan menyampaikan keluhan dan tidak tahu ke mana harus mengadu. Yang paling penting bukan sekadar masyarakat bisa mengirim laporan, tetapi bagaimana pemerintah memastikan laporan itu diterima, diproses, dan diselesaikan
Usulan fitur prioritas
Untuk memperkuat fungsi Majapahit Digital atau Majadigi, Saifudin mengusulkan sejumlah fitur utama yang harus tersedia dalam platform.
- Kanal Aduan Warga dengan opsi mengunggah foto, video, titik lokasi, dan deskripsi masalah.
- Fitur pelacakan agar pelapor dapat memantau tahapan penanganan dari diterima hingga selesai.
- Integrasi antar-OPD dan pemerintah kabupaten/kota sehingga laporan diteruskan otomatis kepada instansi berwenang.
- Standar waktu pelayanan (SLA) dengan target respons dan penyelesaian terukur sesuai urgensi.
- Bukti penyelesaian dan mekanisme penilaian dari masyarakat terhadap kualitas penanganan.
Sistem pelacakan dan target waktu
Menurut Saifudin, setiap pengaduan perlu memiliki target waktu yang jelas. Contoh yang dia sebutkan adalah konfirmasi penerimaan laporan maksimal 1 x 24 jam kerja. Waktu penyelesaian disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Jangan sampai laporan masyarakat hanya berubah status menjadi selesai di dalam sistem, tetapi faktanya persoalan di lapangan belum selesai. Harus ada bukti tindak lanjut dan masyarakat berhak memberikan penilaian
Evaluasi dan keterbukaan data
Saifudin meminta Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pemanfaatan Majadigi. Evaluasi itu harus disertai keterbukaan data agar kinerja aplikasi dapat diukur dan diawasi publik.
Indikator yang perlu dibuka antara lain:
- Jumlah pengguna aktif
- Daftar layanan yang sudah terintegrasi
- Tingkat pemanfaatan aplikasi
- Jumlah pengaduan yang masuk dan persentase penyelesaian
- Rata-rata waktu respons pemerintah
Kemudahan akses dan integrasi layanan
Saifudin menekankan antarmuka Majadigi harus sederhana dan ringan. Aplikasi perlu mudah digunakan oleh warga desa, lansia, dan masyarakat yang belum terbiasa teknologi digital. Dia juga menekankan integrasi berbagai layanan dalam satu platform agar warga tidak perlu mengunduh banyak aplikasi.
Penutup: dari aspirasi ke tindakan
Saifudin berharap Majadigi berkembang menjadi platform pemerintahan digital yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan demikian teknologi tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga instrumen yang memastikan aspirasi warga berujung pada tindakan nyata.
Majadigi harus menjadi jembatan antara suara rakyat dan tindakan nyata pemerintah
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Dorong APBD Kota Malang Gandeng MAC untuk Disabilitas
DPRD Kota Malang usulkan APBD 2027 bekerja sama dengan Malang Autism Center untuk perkuat layanan terapi dan...
Pemkab Trenggalek Tawarkan Sewa Gratis di Food Court Pasar Pon
Pemkab Trenggalek tawarkan bebas sewa tahun pertama bagi kafe yang pindah ke food court Pasar Pon untuk mena...
Bupati Bangkalan Tinjau Normalisasi Sungai di Langkap
Bupati Bangkalan meninjau normalisasi sungai di Langkap (4/11/2026) untuk menjamin pengairan sawah dan mengu...
PDIP Soroti Pemangkasan Anggaran Infrastruktur APBD Madiun 2027
Fraksi PDIP DPRD Kota Madiun mempertanyakan pemangkasan belanja modal APBD 2027, termasuk anggaran jalan, ir...
Ansari Serap Aspirasi Pendidikan Keagamaan di Pamekasan
Anggota Komisi VIII DPR, Hj. Ansari, menampung aspirasi pendidikan keagamaan melalui forum Ngopi di Pamekasa...
Hibah Lahan 27.153 m² di Jember Terkendala Status Lahan Sawah
Pemkab Jember menunda hibah lahan 27.153 m² ke Kejaksaan karena lahan masih berstatus Lahan Sawah Dilindungi...