Ansari Serap Aspirasi Pendidikan Keagamaan di Pamekasan
Pamekasan, 4 November 2026 — Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menampung aspirasi masyarakat melalui forum Ngopi (Ngobrol Pendidikan Keagamaan Islam) yang digelar di Ballroom Hotel Madinah, Jalan Dirgahayu, Pamekasan, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi wadah dialog langsung antara Ansari dengan para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan Islam untuk membahas kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi.
Dialog langsung dengan pengelola pendidikan Islam
Forum tersebut dihadiri oleh berbagai elemen, terutama kalangan pendidik serta pengelola madrasah dan pondok pesantren. Pertemuan difokuskan pada persoalan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta dukungan pemerintah untuk keberlanjutan lembaga pendidikan keagamaan.
Ansari memberi ruang seluas-luasnya bagi peserta untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan agar aspirasi bisa menjadi dasar langkah kebijakan.
"Melalui forum ini, kami membuka kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam. Mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, hingga dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan lembaga pendidikan keagamaan,"
Peran Komisi VIII dan mekanisme tindak lanjut
Ansari menekankan peran strategis pendidikan keagamaan dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Ia menyatakan bahwa aspirasi yang dikumpulkan tidak sekadar menjadi catatan, melainkan akan diperjuangkan melalui fungsi legislasi dan pengawasan di DPR.
"Dengan begitu, berbagai persoalan yang disampaikan tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat diperjuangkan melalui jalur kebijakan dan fungsi pengawasan di DPR RI,"
Sebagai anggota Komisi VIII, Ansari memiliki tanggung jawab untuk mengawal kebijakan terkait agama, sosial, pemberdayaan masyarakat, serta penyelenggaraan haji dan umrah. Forum ini dimanfaatkan untuk menyelaraskan kebutuhan daerah dengan agenda kerja komisi.
Harapan untuk peningkatan kualitas pendidikan di Madura
Ansari menaruh harapan bahwa kegiatan Ngopi tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan masukan konkret yang bisa dijadikan bahan perjuangan demi peningkatan mutu pendidikan keagamaan di Madura, termasuk Pamekasan.
Ia berharap pemerintah menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan lembaga pendidikan keagamaan sesuai aspirasi yang disampaikan. Peserta forum pun diharapkan terus melakukan komunikasi dengan wakil rakyat untuk memastikan tindak lanjut kebijakan.
Dengan pertemuan seperti ini, proses pengumpulan aspirasi menjadi langkah awal untuk merancang dukungan kebijakan yang lebih terfokus pada peningkatan fasilitas, kualitas pendidik, dan keberlanjutan lembaga pendidikan Islam di daerah.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
DPRD Malang Usul Armada Damkar Kecil untuk Gang Sempit
DPRD Kota Malang usulkan armada damkar kecil untuk menjangkau gang sempit dan percepat respons kebakaran, se...
Ponorogo Kantongi Izin Perhutani 9,4 Ha untuk TPA Mrican
Pemkab Ponorogo mendapat izin penggunaan 9,4 ha hutan Perhutani untuk TPA Mrican; pembangunan diproyeksikan...
Stadion Ketonggo Diperiksa Jelang Liga 3 Nusantara
Wabup Ngawi dan Ditpamobvit Polda Jatim inspeksi Stadion Ketonggo (2 Nov 2026); ditemukan kebutuhan CCTV dan...
Komisi A Awasi Pilkades Serentak 286 Desa di Jombang 2027
Komisi A DPRD Jombang mengawal persiapan Pilkades serentak 286 desa pada November 2027 lewat RDP untuk memas...
KLIK DALAK Lumajang: DPRD Jatim Buka Klinik Investasi Keliling
Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim buka KLIK DALAK di Lumajang untuk memperjelas persyaratan lingkungan dan KKP...
DPRD Surabaya Buka Peluang Revisi Perda soal Pasar Buah Tanjungsari
DPRD Surabaya mengkaji revisi Perda No.1/2023 terkait jam operasional Pasar Buah Tanjungsari untuk melindung...