DPRD Dorong APBD Kota Malang Gandeng MAC untuk Disabilitas
Malang, 4 November 2026 — Anggota Komisi D DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika, mendorong agar APBD Kota Malang 2027 mengalokasikan anggaran untuk layanan terapi, pendampingan profesional, dan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Ia mengusulkan kerja sama strategis dengan Malang Autism Center (MAC) agar bantuan tersalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan.
Usulan kerja sama dengan MAC
Made menyatakan keberpihakan pemerintah tidak boleh berhenti pada sekadar pendataan administratif. Dukungan anggaran perlu diwujudkan dalam layanan konkret, terutama akses terapi dan rehabilitasi yang disesuaikan kebutuhan individu.
Untuk itu, ia mengusulkan pemda menggandeng MAC sebagai mitra. MAC dinilai telah memiliki pengalaman panjang dalam layanan autisme sehingga bisa membantu memperluas jangkauan layanan publik yang inklusif.
"Dengan menggandeng MAC yang sudah profesional, keberpihakan pemerintah tak hanya sekadar formalitas, sehingga sekalian memperluas jangkauan layanan publik yang inklusif," kata Made.
Kebutuhan layanan dan sumber anggaran
Menurut Made, Posyandu Disabilitas yang ada perlu diperkuat dengan tenaga profesional. Pendataan tanpa intervensi dan pendampingan yang tepat tidak cukup membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kemampuan.
Ia juga menegaskan bahwa alokasi untuk pelayanan disabilitas sejatinya telah tersedia melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. DPRD akan mengkaji kemungkinan menyinergikan dana tersebut dengan lembaga profesional sepanjang sesuai aturan.
"Kalau memang memungkinkan dan ada celah secara aturan, anggaran itu bisa dikerjasamakan dengan MAC. Bagaimana warga, khususnya Kota Malang, yang memiliki anak dengan autisme bisa menggunakan anggaran APBD untuk mendapatkan pelayanan sehingga mereka bisa mandiri," ujar Made.
Langkah DPRD dan prospek pelaksanaan
Sebagai tindak lanjut, Komisi D akan menjadwalkan pertemuan khusus dengan Founder and CEO MAC, Mohammad Cahyadi, sebelum pembahasan resmi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Pertemuan bertujuan memetakan kebutuhan layanan autisme dan merumuskan skema pembiayaan yang tepat sasaran serta akuntabel.
Made berharap dukungan yang direncanakan melalui APBD 2027 dapat dirasakan langsung oleh keluarga penyandang disabilitas, khususnya keluarga kurang mampu yang membutuhkan akses terapi.
Dengan layanan yang berkelanjutan dan pendampingan profesional, anak-anak dengan autisme serta penyandang disabilitas lainnya diharapkan memperoleh peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi dan mencapai kemandirian.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Dewanti Desak Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD untuk Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendesak reboisasi jadi prioritas RPJMD pasca banjir-longsor di tujuh kecamatan Malang untuk...
Dewanti: Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang Raya
Dewanti Rumpoko mendesak reboisasi masuk prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor di tujuh kecamatan Kabup...
Dewanti Dorong Reboisasi Jadi Prioritas RPJMD Usai Banjir Malang
Dewanti Rumpoko minta reboisasi hutan gundul jadi prioritas RPJMD setelah banjir dan longsor melanda tujuh k...
DPRD Jatim Dorong Perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, Kediri
DPRD Jatim mendorong perluasan Trans Jatim ke Jember, Madiun, dan Kediri; realisasi terganjal biaya sekitar...
Majapahit Digital Didorong Jadi Platform Pengaduan Publik Terpadu
Saifudin Zuhri mendesak Majapahit Digital dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan w...
PDI-P Dorong Majadigi Jadi Platform Pengaduan Terpadu
Saifudin Zuhri minta Majadigi dikembangkan jadi platform pengaduan terpadu agar setiap laporan warga di Jati...