Buleks Minta Pengawasan RHU Surabaya Perketat Keamanan
SURABAYA — Anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono mendorong pengelola Rekreasi dan Hiburan Umum (RHU) memperkuat standar keselamatan pengunjung, Kamis (5/11/2026). Ia meminta pengawasan tidak hanya fokus pada perizinan, tetapi juga layanan kesehatan, SOP keamanan, dan fasilitas transportasi bagi pengunjung di bawah pengaruh alkohol.
Budi Leksono mendukung pengawasan rutin yang dilakukan Pemkot Surabaya terhadap seluruh tempat RHU. Pemeriksaan perizinan perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan izin usaha masih berlaku dan tidak kedaluwarsa.
Peningkatan standar keselamatan di RHU
Buleks menilai setiap tempat hiburan wajib menyediakan tenaga kesehatan untuk menangani kondisi darurat seperti mabuk berat atau gangguan medis lain. Keberadaan Nakes juga dimaksudkan untuk memantau tingkat kesadaran pengunjung sebelum situasi memburuk.
Perlu ada pengontrol dari kondisi kesehatan seperti Nakes, untuk dicek kadar tingkat kesadarannya
Selain itu, ia menekankan perlunya SOP keamanan yang jelas. SOP itu berguna untuk mencegah perkelahian antarpengunjung dan gangguan ketertiban lain yang sering dikeluhkan warga.
Kita sering mendapatkan masukan dari masyarakat, kalau sampai sering terjadi perkelahian di dalam. Jadi jaminan keselamatan, kenyamanan, ini tentunya ada SOP terkait sesuai dengan aturannya
Layanan transportasi dan pencegahan kecelakaan
Buleks juga menyoroti risiko kecelakaan lalu lintas ketika pengunjung mengemudi dalam kondisi terpengaruh alkohol. Ia mengusulkan setiap RHU menyediakan opsi transportasi atau pengemudi pengganti agar pengunjung tidak mengemudi sendiri.
Harus ada layanan transportasi bagi pengunjung yang tidak memungkinkan mengemudikan kendaraan sendiri melalui layanan pengemudi
- Menyediakan tenaga kesehatan di lokasi
- Membuat dan menerapkan SOP keamanan serta penanganan konflik
- Menyediakan layanan transportasi atau pengemudi pengganti
- Pelatihan petugas keamanan untuk deteksi dini pengunjung berisiko
Pengawasan perizinan dan kaitannya dengan PAD
Buleks mendukung pengawasan rutin yang dilakukan Pemkot Surabaya terhadap seluruh RHU. Pemeriksaan berkala penting untuk memastikan izin usaha masih berlaku dan pelaku usaha mematuhi ketentuan.
Sebenarnya pengawasan itu sangat perlu, pengawasan masalah perizinan, ya sudah mati apa belum, soalnya ini kan hubungan dengan PAD juga
Menurutnya, kepastian perizinan tidak hanya menjaga ketertiban administrasi, tetapi juga berhubungan langsung dengan pendapatan asli daerah (PAD).
Harapan dan tindak lanjut
Buleks berharap masukan ini menjadi perhatian Pemkot dalam memperkuat regulasi dan pengawasan RHU. Tujuannya, agar tempat hiburan tidak hanya memenuhi kewajiban perizinan, tetapi juga bertanggung jawab atas keselamatan pengunjung dan lingkungan sekitar.
Dengan langkah terpadu antara pemerintah dan pengelola, diharapkan kasus perkelahian, insiden medis, dan kecelakaan akibat minuman beralkohol dapat berkurang secara signifikan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Bupati Bangkalan Tinjau Normalisasi Sungai di Langkap
Bupati Bangkalan meninjau normalisasi sungai di Langkap (4/11/2026) untuk menjamin pengairan sawah dan mengu...
PDIP Soroti Pemangkasan Anggaran Infrastruktur APBD Madiun 2027
Fraksi PDIP DPRD Kota Madiun mempertanyakan pemangkasan belanja modal APBD 2027, termasuk anggaran jalan, ir...
Ansari Serap Aspirasi Pendidikan Keagamaan di Pamekasan
Anggota Komisi VIII DPR, Hj. Ansari, menampung aspirasi pendidikan keagamaan melalui forum Ngopi di Pamekasa...
Hibah Lahan 27.153 m² di Jember Terkendala Status Lahan Sawah
Pemkab Jember menunda hibah lahan 27.153 m² ke Kejaksaan karena lahan masih berstatus Lahan Sawah Dilindungi...
Peringatan 40 Hari Wafat Guruh, DPC PDI Perjuangan Blitar Gelar Doa
DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar doa dan tahlil 40 hari wafatnya Guruh, menyerukan pelestarian waris...
Novita Dorong PKK Gerakkan Ekonomi 157 Desa Kreatif Trenggalek
Novita Hardini minta kader PKK dan generasi muda memaksimalkan 157 desa kreatif Trenggalek untuk buka peluan...