Politik

Peringatan 40 Hari Wafat Guruh, DPC PDI Perjuangan Blitar Gelar Doa

Bagikan:

BLITAR — DPC PDI Perjuangan Kota Blitar menggelar doa dan tahlil pada Rabu (4/11/2026) malam di kantor DPC untuk memperingati 40 hari wafatnya Guruh Soekarnoputra. Kegiatan bertujuan menghormati almarhum dan menyerukan pelestarian warisan kebudayaan serta penguatan solidaritas kader partai.

Doa dan tahlil bersama

Acara berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Blitar dan diikuti pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, pengurus DPC, PAC, ranting, serta anggota Fraksi PDI Perjuangan. Kegiatan menjadi momentum berkumpulnya keluarga besar partai untuk mendoakan dan mengenang jasa Guruh.

  • DPD PDI Perjuangan Jawa Timur
  • DPC, PAC, dan ranting
  • Anggota Fraksi PDI Perjuangan

Nilai-nilai kebudayaan dan kesenian yang diwariskan beliau harus terus kita rawat. Ini menjadi pengingat bagi kita semua, kader PDI Perjuangan, untuk terus merawat kebudayaan sebagai kepribadian bangsa.

— Yudi Meira, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Blitar

Warisan kebudayaan dan kiprah politik

Ketua DPC, Yudi Meira, menegaskan Guruh bukan hanya bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan, melainkan sosok dengan dedikasi panjang bagi partai dan bangsa, khususnya di bidang kebudayaan dan kesenian. Yudi meminta agar karya dan nilai yang ditinggalkan terus dirawat oleh generasi penerus.

Doa bersama ini kami gelar sebagai wujud penghormatan dan kebersamaan keluarga besar PDI Perjuangan Kota Blitar. Mas Guruh adalah bagian dari keluarga besar kita, sosok yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian panjang untuk partai dan bangsa.

— Yudi Meira

Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Didik Nurhadi, memberi apresiasi atas inisiatif DPC Kota Blitar. Menurut Didik, Guruh memiliki kiprah panjang di dunia politik dan kebudayaan; selain dikenal sebagai maestro, budayawan, dan seniman, ia pernah menjadi anggota DPR RI dari PDI Perjuangan selama lima periode.

Banyak karya-karya beliau, banyak legacy beliau di bidang kebudayaan dan kesenian yang sampai sekarang masih bisa kita rasakan bersama.

— Didik Nurhadi

Makna dan langkah ke depan

Melalui peringatan 40 hari tersebut, keluarga besar PDI Perjuangan menegaskan komitmen meneruskan dan merawat warisan kebudayaan Guruh. Acara ini dimaknai sebagai pengingat agar kebudayaan diposisikan sebagai bagian dari kepribadian bangsa.

Doa dan tahlil ditutup dengan harapan agar amal ibadah almarhum diterima dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Momentum ini diharapkan mendorong upaya berkelanjutan dalam pelestarian kebudayaan dan kesenian yang ditinggalkan Guruh.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait