Politik

Ijen Geopark Raih Green Card UNESCO, Tantangan ke Arah Kesejahteraan

Bagikan:
Pemandangan Kawasan Ijen Geopark di Bondowoso dengan aktivitas konservasi

BONDOWOSO — Ijen Geopark kembali meraih status Green Card UNESCO Global Geopark pada 3 November 2026 di sidang Council UNESCO di Paris. Pernyataan ini disampaikan Sinung Sudrajad, Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, pada Jumat (6/11/2026). Ia menilai pengakuan internasional tersebut merupakan pengakuan atas upaya pelestarian geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya, namun harus diikuti langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pengakuan UNESCO dan mekanisme revalidasi

Ijen Geopark pertama kali ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2022. Status Green Card yang diperoleh pada sidang di Paris menandakan kawasan dinilai memenuhi standar pengelolaan dan pelestarian.

Sinung mengingatkan bahwa status ini tidak permanen. Setiap empat tahun, kawasan geopark wajib menjalani revalidasi untuk menilai konsistensi pengelolaan dan komitmen pelestarian.

“Alhamdulillah, pada 3 November kemarin dalam sidang Council UNESCO Global Geopark di Paris, Prancis, status Green Card dapat diraih dan status geopark masih bisa dipertahankan,”

Menurut Sinung, proses menuju pengakuan internasional memerlukan persiapan panjang dan pemenuhan berbagai persyaratan UNESCO. Ia menyebut berperan sebagai salah satu inisiator dan beberapa kali mengunjungi Jakarta untuk koordinasi teknis.

Agenda pengembangan: konservasi dan pemberdayaan

Sinung menegaskan pengelolaan geopark harus mengintegrasikan pelestarian alam dan kebudayaan dengan peningkatan ekonomi lokal. Ia merumuskan dua agenda utama dalam pengembangan Ijen Geopark:

  • Konservasi kawasan, memanfaatkan sumber daya alam tanpa merusak lingkungan.
  • Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan geowisata yang membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

“Ini adalah langkah awal dalam sebuah perjalanan panjang pelestarian alam dan budaya menuju rakyat sejahtera. Sinergi lintas sektor amat sangat dibutuhkan,”

Dampak ekonomi lokal dan politik hijau

Sinung menilai Ijen Geopark merupakan aset strategis Bondowoso. Lebih dari sekadar destinasi wisata, geopark diharapkan menjadi model pengembangan daerah yang mengintegrasikan nature dan culture.

Ia mengakui potensi pariwisata Bondowoso belum dikelola maksimal. Oleh karena itu, program geopark diharapkan meningkatkan nilai ekonomi kawasan dan muaranya adalah kesejahteraan rakyat.

“Bondowoso memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata, namun sejauh ini belum terkelola secara maksimal. Untuk itu, program Ijen Geopark ini adalah upaya mengembangkan pariwisata dan meningkatkan perekonomian Bondowoso,”

Sinung juga menyatakan pengembangan geopark selaras dengan konsep politik hijau yang dikampanyekan pucuk pimpinan partainya. Ia berjanji akan mengawal keberlanjutan program agar pengakuan UNESCO benar-benar memberi manfaat untuk masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan budaya.

Ke depan, sinergi pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dinilai krusial untuk menerjemahkan pengakuan internasional menjadi peningkatan kesejahteraan dan pelestarian berkelanjutan di Bondowoso.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait