Hasto: Tuntutan "Reformasi Jilid 2" Perlu Dicermati
BLITAR — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai gelombang tuntutan "Reformasi Jilid 2" yang disuarakan mahasiswa harus dicermati sebagai refleksi atas implementasi agenda Reformasi 1998. Pernyataan itu disampaikan usai Seminar Nasional Bulan Bung Karno di Istana Gebang, Kota Blitar, Minggu, 14 Juni 2026.
Inti pernyataan Hasto
Hasto mengatakan tuntutan mahasiswa muncul dari kegelisahan terhadap realitas sosial dan politik saat ini. Ia menegaskan kritik mahasiswa tidak datang tanpa alasan dan perlu dijadikan bahan evaluasi bagi seluruh elemen bangsa.
"Tuntutan itu kan ada setting-nya,"
Menurut Hasto, kritik tersebut sebaiknya dilihat dalam konteks upaya menjaga cita-cita Reformasi 1998.
TNI-Polri dan implementasi reformasi
Hasto menyoroti salah satu poin penting Reformasi 1998 yaitu penghapusan dwifungsi dan pemisahan tugas TNI dan Polri. Tujuannya agar kedua institusi bekerja profesional dan tidak terlibat politik praktis.
"Kita lihat reformasi itu kan menghendaki pemisahan TNI dan Polri. TNI-Polri tidak boleh berpolitik,"
Ia juga memperingatkan adanya kecenderungan perluasan fungsi lembaga negara yang berpotensi melenceng dari semangat reformasi. Dalam praktiknya, Hasto melihat masih banyak persoalan saat implementasi sehingga perlu pengawasan ketat.
"Di tingkat implementasinya kan banyak sekali persoalan sehingga kenapa kemudian harus melakukan perluasan fungsi yang keluar dari tupoksi dari semangat reformasi,"
Ruang dialog dan relevansi pemikiran Bung Karno
Hasto menekankan pentingnya membuka ruang dialog sebagai bagian dari demokrasi sehat. Kritik dan otokritik perlu dijaga agar penyelenggaraan negara tetap berpihak kepada rakyat.
"Kritik dan otokritik merupakan bagian penting dalam demokrasi untuk memastikan negara tetap berpihak kepada rakyat,"
Dalam forum itu Hasto mengajak peserta menggali kembali relevansi pemikiran Bung Karno, termasuk nilai Pancasila dan keberpihakan kepada kaum marhaen, sebagai landasan memperkuat demokrasi dan pembangunan.
Penutup: konteks dan prospek
Seminar yang digelar Pemerintah Kota Blitar merupakan rangkaian Bulan Bung Karno menjelang peresmian renovasi Istana Gebang. Acara menghadirkan akademisi, mahasiswa, kader partai, dan masyarakat untuk membahas arah reformasi dan demokrasi.
Hasto menegaskan, menjaga semangat Reformasi 1998 menjadi tugas bersama agar institusi negara bekerja sesuai fungsi dan kepentingan rakyat tetap terlindungi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Jawa Timur Bidik Gelar Back-to-Back di Soekarno Cup 2026
Jawa Timur siap pertahankan gelar di Soekarno Cup 2026 dengan persiapan panjang, seragam "Wani" UMKM Jombang...
PSSI Jatim: Soekarno Cup 2026 Perkuat Regenerasi Pemain U-17
PSSI Jatim menyebut Soekarno Cup 2026 sebagai panggung tambahan bagi pemain U-17 dan sarana regenerasi Timna...
Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Surabaya 2026–2031, Target Bumi Perkemahan
Siti Mariyam terpilih sebagai Ketua Kwarcab Surabaya 2026–2031; fokus pada pembangunan bumi perkemahan dan p...
Perum Bulog Usulkan 'Beras Satu Harga', Ini Tiga Catatan Penting
Perum Bulog usulkan kebijakan beras satu harga nasional; penting diimbangi perlindungan petani, penguatan pa...
Soekarno Cup 2026: Komarudin Tekankan Sportivitas dan Persatuan
Komarudin Watubun minta 16 tim Soekarno Cup 2026 di Jawa Timur menjadikan turnamen wadah persahabatan, sport...
Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final
Soekarno Cup 2026 akan menggunakan VAR pada semifinal dan final serta mendatangkan wasit dari luar Jawa Timu...