Soekarno Cup 2026 Siapkan VAR untuk Semifinal dan Final
SURABAYA — Panitia Soekarno Cup 2026 menyatakan teknologi Video Assistant Referee (VAR) akan dipakai pada semifinal dan final untuk menjaga transparansi dan integritas pertandingan. Panitia juga mendatangkan wasit dari luar Jawa Timur guna memastikan netralitas kompetisi yang diikuti 16 tim provinsi.
VAR dan netralitas wasit
Wakil Ketua Panitia Pelaksana, Eri Irawan, mengatakan penggunaan VAR ditujukan untuk meminimalkan kesalahan wasit pada laga-laga krusial. Selain itu, panitia memilih wasit dari luar provinsi tuan rumah, yakni dari PSSI Jawa Tengah.
"Kabar gembiranya nanti semifinal dan final ada VAR-nya. Jadi kalau ada yang curang atau berniat curang itu sangat ketahuan, mudah ketahuan,"
"Insya Allah panitia netral dan panitia bersikap profesional termasuk wasit yang akan memimpin besok bukan dari Jawa Timur. Wasitnya dari PSSI Jawa Tengah,"
Lokasi latihan dan tantangan jadwal
Persiapan teknis dan fasilitas latihan dipusatkan di empat lokasi utama. Panitia mengatur sesi latihan agar semua tim mendapatkan waktu yang adil, meski kondisi ini menimbulkan tantangan logistik.
- Gelora Bangkalan
- Stadion Gelora 10 November, Surabaya
- Lapangan Thor
- Gelora Joko Samudro Gresik
"Mohon maaf dan dimaklumi bila ada sedikit perjalanan yang jauh karena kami harus mengatur delapan lapangan dalam waktu yang bersamaan,"
Seremoni pembukaan dan jadwal
Seremoni pembukaan akan digelar di Stadion Gelora 10 November Surabaya pada Senin, 10 Agustus 2026. Panitia menargetkan sekitar 8.000 penonton hadir. Seluruh pemain dari 16 tim dijadwalkan mengikuti prosesi defile, dengan pengecualian bagi tim yang harus segera bertanding pada laga pembuka.
Keamanan dan siaran langsung
Panitia telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan asesmen keamanan. Menurut Eri, risiko konflik antarsuporter relatif kecil, sementara potensi gesekan lebih besar terjadi di dalam lapangan antara pemain, pelatih, dan ofisial.
"Ini yang harus diwaspadai,"
Seluruh pertandingan juga akan disiarkan langsung melalui platform YouTube untuk memastikan publik dapat mengakses pertandingan secara terbuka.
Nilai kompetitif dan pembinaan
Perwakilan Bidang Kompetisi PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, menyebut turnamen ini sebagai ruang penting bagi pengembangan pemain muda. Ia berharap kompetisi menjadi ajang munculnya bibit yang kelak bisa memperkuat tim nasional.
"Ini artinya ini bibit-bibit yang akan berlaga ataupun memperkuat timnas nantinya. Itu harapan dari kita,"
Match Coordination Meeting menjadi agenda teknis terakhir sebelum turnamen dimulai dan juga menampilkan rilis jersey setiap tim. Setelah semua persiapan rampung, 16 tim akan memulai perjuangan mereka di Soekarno Cup 2026 mulai 10 Agustus 2026 di Surabaya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Perda Cagar Budaya Diharapkan Kunci Anggaran Rehabilitasi di Kediri
Yuzar Rasyid minta Raperda Cagar Budaya jadi payung hukum dan pengunci anggaran agar rehabilitasi bangunan b...
PDI Perjuangan Blitar Kukuhkan 189 Pengurus Ranting, Siap Hadapi Pemilu 2029
PDI Perjuangan Kota Blitar mengukuhkan 189 pengurus ranting dari 21 kelurahan pada Musran 8 Agustus 2026 unt...
PDI Perjuangan Bojonegoro Bentuk Pengurus Ranting dan Anak Ranting
DPC PDI Perjuangan Bojonegoro gelar Rapat Pleno 8–9 Agustus 2026 untuk bentuk pengurus ranting dan anak rant...
Andreas Eddy Reses di Malang: Nikmati Festival Tunjungsekar Tempo Doeloe
Andreas Eddy Susetyo turun ke kampung di Malang saat reses, menikmati kuliner tradisional dan menyerap aspir...
Persiga Trenggalek Target Menang dan Lolos Piala Soeratin
Persiga Trenggalek U-17 ditargetkan menang dan lolos dari fase grup Piala Soeratin 2026, kata Ketua KONI Dod...
PDI Perjuangan Tuban Daftarkan 250 Kader ke BPJS Ketenagakerjaan
DPC PDI Perjuangan Tuban sosialisasikan pendaftaran 250 pengurus ke BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan pe...