Politik

Soekarno Cup 2026: Panggung Talenta Muda dari Pelosok

Bagikan:
Penyambutan tim Soekarno Cup 2026 di Kota Lama Surabaya dengan atmosfir publik dan UMKM

SURABAYA — Soekarno Cup 2026 membuka kesempatan bagi talenta muda dari pelosok untuk menunjukkan kemampuan sepak bola mereka. Turnamen yang diikuti 16 tim ini digelar di Kota Lama Surabaya pada awal Agustus 2026 dan dirancang untuk menjaring pemain muda, termasuk anak petani dan anak nelayan, yang belum banyak mendapat akses ke kompetisi besar.

Turnamen untuk mengejar mimpi

Ketua Panitia Soekarno Cup 2026 Jawa Timur, Eri Cahyadi, menyatakan turnamen ini fokus pada pencarian bakat. Seleksi dilakukan melalui 16 DPD PDI Perjuangan di berbagai daerah. Tujuannya untuk membawa pemain dari kampung dan pelosok agar mendapat panggung yang layak.

“Sekali lagi Soekarno Cup ini untuk talenta muda, kita membuktikan bahwa talenta muda dari pelosok bisa,”

Eri menegaskan Soekarno Cup bukan sekadar perebutan trofi. Turnamen ini dimaknai sebagai ruang pengembangan karakter dan kesempatan nyata bagi anak-anak yang selama ini kurang terekspos.

Seleksi, latar belakang pemain, dan kisah perjuangan

Panitia melakukan penjangkauan ke berbagai daerah. Banyak pemain yang terlihat datang dari latar belakang ekonomi sederhana. Sebagian adalah anak petani atau nelayan yang menggabungkan latihan dengan membantu keluarga.

“Ada anak yang bekerja memangkul sawit, diletakkan di kendaraan, bekerja hasilnya 100 ribu. Dia bekerja, dia berjanji dia tidak akan meninggalkan sekolah,”

Kisah tersebut menjadi contoh bagaimana pemain muda mempertahankan pendidikan sambil terus mengasah kemampuan di lapangan. Eri menyebut ada banyak cerita perjuangan lain yang menandai perjalanan para peserta.

“Banyak sekali cerita perjuangan,”

Kota Lama Surabaya sebagai titik sambutan

Panitia memilih Kota Lama Surabaya sebagai lokasi penyambutan pertama bagi 16 tim. Kawasan bersejarah ini dipilih karena menjadi ruang publik aktif dan pusat ekonomi lokal. Kehadiran tim peserta sekaligus menghidupkan aktivitas masyarakat setempat.

“Kota lama ini menjadi tempat masyarakat, tempat bersejarah saksi perjuangan bangsa ini, kami rawat kami hidupkan untuk tempat rekreasi rakyat,”

Selain bernilai sejarah, event ini memberi peluang bagi pelaku UMKM lokal. Aktivitas kuliner, persewaan pakaian, foto, dan layanan lain tumbuh mengikuti gelaran pertandingan.

Makna jangka panjang dan harapan

Soekarno Cup 2026 diharapkan menjadi pintu masuk bagi talenta dari daerah untuk menembus level kompetisi yang lebih tinggi. Panitia menekankan bahwa bakat tidak semata lahir di kota besar; banyak talenta tumbuh di kampung dan pelosok.

Dengan memberi ruang dan dukungan, turnamen ini berpotensi mengubah nasib individu dan memperluas basis talenta sepak bola nasional.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait