Ekonomi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Teknologi Persinyalan Kereta

Bagikan:
Pertemuan PT MITJ dan Nippon Signal di KBRI Tokyo terkait kerja sama persinyalan kereta

Indonesia dan Jepang menandatangani Head of Agreement untuk kerja sama pengembangan teknologi telekomunikasi dan persinyalan kereta api. Penandatanganan berlangsung di Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo pada 10 Agustus 2026 dan disaksikan Duta Besar Nurmala Kartini Sjahrir. Tujuannya meningkatkan standar keselamatan dan memodernisasi sistem perkeretaapian di Jabodetabek.

Penandatanganan HoA dan tujuan kerja sama

Perjanjian ditandatangani antara PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) dan Nippon Signal Co., Ltd. Kegiatan ini bagian dari MITJ Business Matching Forum yang digelar bersama KBRI Tokyo. Forum mempertemukan MITJ, mitra PT Duta Sarana Perkasa, dan lebih dari 10 perusahaan Jepang untuk menjajaki kolaborasi teknis.

Kerja sama ini menargetkan penerapan teknologi persinyalan mutakhir. Selain itu, pihak Indonesia dan Jepang juga membahas sistem telekomunikasi kereta untuk meningkatkan keselamatan penumpang.

Dukungan pembiayaan dan proyek MRT Jakarta Fase 3

Proyek terkait didukung skema pendanaan ODA melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) senilai 140 miliar yen. Dana ini difokuskan pada pengembangan MRT Jakarta Fase 3 jalur timur-barat.

Dalam forum juga dipresentasikan rencana precast tunnel segment untuk Fase 3. Ruang penjajakan meliputi beberapa bidang:

  • Industri beton pracetak (precast).
  • Kawasan berbasis transportasi (transit oriented development/TOD).
  • Teknologi persinyalan dan telekomunikasi perkeretaapian.

Dampak dan prospek transfer teknologi

Duta Besar Nurmala Kartini menilai kerja sama ini sebagai babak baru hubungan transportasi kedua negara. Menurutnya, MRT Jakarta kini berkembang bukan hanya sebagai proyek konstruksi, melainkan juga pusat transfer teknologi keselamatan.

"MRT Jakarta adalah simbol nyata persahabatan Indonesia dan Jepang. Ini tidak berhenti pada konstruksi, tetapi menjangkau teknologi keselamatan dan persinyalan untuk menjaga jutaan penumpang setiap harinya,"

Direktur Utama PT MITJ, Fuad I.Z. Fachroeddin, mengatakan langkah ini strategis untuk menghadirkan standar keselamatan kelas dunia di Jabodetabek.

"Paduan presisi teknologi Jepang dengan kebutuhan Indonesia melahirkan sistem transportasi yang lebih aman, andal, dan terintegrasi,"

Selain penandatanganan, delegasi MITJ memperlihatkan presentasi teknis dan menggelar pertemuan dengan pelaku usaha Jepang untuk menjajaki pengembangan kerja sama lanjutan. MITJ berharap inisiatif ini memperkuat investasi dan mempercepat transfer teknologi Jepang ke Indonesia.

Dengan dukungan pendanaan dan kolaborasi industri, langkah ini diharapkan mendorong pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait