Nasional

Hari Susu Nusantara 2026 Perkuat Edukasi Gizi dan Industri Susu

Bagikan:
Peringatan Hari Susu Nusantara 2026 dan kegiatan Funwalk di Gelora Bung Karno Jakarta

Pemerintah, pelaku industri pengolahan susu, peternak, dan pelaku usaha memperingati Hari Susu Nusantara 2026 dengan memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan konsumsi susu masyarakat. Pernyataan ini disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, Selasa 2 Juni 2026, sebagai bagian upaya pemenuhan gizi anak menuju Indonesia Emas 2045. Puncak perayaan dijadwalkan pada 14 Juni 2026 melalui kegiatan Funwalk dan Parade Nusantara di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Pesan utama: edukasi gizi sejak dini

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, Hari Susu Nusantara merefleksikan sinergi lintas sektor untuk memastikan setiap anak mendapat gizi optimal.

"Hari Susu Nusantara bukan sekadar peringatan tahunan. Ini adalah wujud nyata sinergi lintas sektor. Dari pemerintah, industri, peternak, hingga masyarakat bersama-sama memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dengan gizi yang optimal,"

Kondisi industri dan target utilisasi

Widiastuti menyebut industri pengolahan susu nasional masih memiliki kapasitas yang belum terpenuhi. Saat ini tingkat utilisasi industri tercatat sebesar 72 persen. Peningkatan konsumsi susu menjadi sekitar 23 liter per kapita per tahun berpotensi menaikkan utilisasi menjadi 95 persen.

Keterangan Angka
Utilisasi industri saat ini 72%
Target utilisasi dengan konsumsi 23 L/kapita/tahun 95%
Target konsumsi susu per kapita ~23 liter/tahun

Peran edukasi dan peternak

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional, Gunalan, mengatakan edukasi konsumsi susu sejak dini penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat di keluarga. Ia menilai pendekatan edukasi akan berdampak panjang pada status gizi anak dan generasi mendatang.

"Edukasi konsumsi susu sejak dini menjadi langkah penting. Perihal ini, untuk membangun kebiasaan hidup sehat anak Indonesia dan keluarganya,"

Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian, Makmun, menegaskan pentingnya pengakuan terhadap peternak sapi perah lokal. Penguatan sektor persusuan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan peternak agar rantai pasok lebih kokoh.

"Penghargaan terhadap peternak sapi perah lokal sebagai bagian penting. Bagian penting dalam rantai pasok pangan nasional,"

Industri bersiap dorong inovasi

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintari, menyatakan bahwa inovasi produk dan penguatan rantai pasok menjadi kunci pengembangan industri susu nasional. Dukungan sektor swasta juga datang dari pengolahan susu dalam negeri.

"Industri susu nasional memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui inovasi produk dan penguatan rantai pasok nasional,"

General Manager RND Health and Wellness Divisi Dairy PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Tjatur Budi Lestijaman, menambahkan bahwa pemenuhan gizi anak sejak dini adalah investasi masa depan bangsa.

"Kami percaya investasi terbaik untuk masa depan bangsa dimulai dari pemenuhan gizi anak sejak dini,"

Penyelenggara dan agenda puncak

Hari Susu Nusantara 2026 diinisiasi oleh sejumlah organisasi sektor susu dan peternakan. Rangkaian acara puncak akan menampilkan kegiatan publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya susu dalam pola makan anak.

  • Asosiasi Industri Pengolahan Susu
  • Gabungan Koperasi Susu Indonesia
  • Himpunan Kerukunan Tani Indonesia

Upaya ini diharapkan mendorong peningkatan konsumsi susu, memperkuat ekosistem industri dari hulu ke hilir, dan membuka peluang investasi yang mendukung ketahanan gizi nasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait