Hari Ayah Sedunia 2026: Sejarah, Tradisi, dan Cara Merayakan
Hari Ayah Sedunia 2026 diperingati pada Minggu, 21 Juni 2026, sebagai momen untuk memberi penghargaan dan terima kasih kepada sosok ayah di seluruh dunia. Perayaan ini jatuh pada Minggu ketiga bulan Juni dan dirayakan di banyak negara, meski tanggal bisa berbeda sesuai tradisi setempat.
Hari Ayah Sedunia 2026 memiliki makna yang luas: pengakuan peran ayah dalam keluarga, penguatan ikatan lintas generasi, serta kesempatan untuk ungkapan apresiasi secara sederhana namun bermakna.
Sejarah singkat
Awal ide peringatan Hari Ayah bermula dari inisiatif di awal abad ke-20. Seorang perempuan mengusulkan hari khusus untuk menghormati ayah setelah melihat berkembangnya perayaan Hari Ibu. Perayaan pertama dilaksanakan pada 19 Juni 1910 di Spokane, Washington, dan kemudian menyebar hingga mendapat pengakuan lebih luas.
Mengapa Minggu ketiga Juni?
Penetapan Minggu ketiga Juni sebagai waktu peringatan berkaitan dengan tanggal kelahiran seorang ayah yang menginspirasi gerakan awal. Seiring waktu, konvensi ini diadopsi oleh banyak negara sehingga hari tersebut menjadi standar internasional untuk perayaan Father’s Day.
Negara yang merayakan
Perayaan pada Minggu ketiga Juni berlangsung di negara-negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Inggris, India, Jepang, Filipina, Meksiko, Prancis, dan Afrika Selatan. Namun, beberapa negara mempertahankan tanggal berbeda berdasarkan tradisi atau kalender agama masing-masing.
Hari Ayah di Indonesia
Di Indonesia terdapat Hari Ayah Nasional yang diperingati setiap 12 November. Meski demikian, banyak keluarga Indonesia juga ikut merayakan Hari Ayah Sedunia sebagai bentuk penghargaan kepada ayah, kakek, atau figur ayah lain yang berperan penting dalam kehidupan mereka.
Cara sederhana merayakan
Perayaan umumnya bersifat keluarga dan sederhana, berfokus pada kebersamaan. Berikut beberapa ide praktis:
- Memberikan kartu ucapan atau surat berisi pesan pribadi.
- Menyiapkan hadiah sesuai hobi atau kebutuhan ayah.
- Mengajak ayah makan bersama keluarga, di rumah atau restoran.
- Meluangkan waktu untuk kegiatan favorit bersama, seperti jalan, memancing, atau menonton film.
- Membuat kejutan kecil yang menunjukkan apresiasi.
Dengan cara sederhana tersebut, perayaan menjadi bermakna tanpa harus mewah. Intinya adalah pengakuan dan terima kasih yang tulus kepada sosok ayah.
Penutup: Hari Ayah Sedunia 2026 menawarkan kesempatan untuk menghargai peran ayah secara luas. Selain tradisi internasional, penting juga mengenang konteks lokal seperti Hari Ayah Nasional di Indonesia, sehingga perayaan bisa disesuaikan dengan nilai keluarga dan budaya setempat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Pangan Bukan Instrumen Tekanan Geopolitik
Mendag Budi Santoso menegaskan pangan tak boleh jadi alat tekanan geopolitik dan mendorong solusi WTO untuk...
MenPPPA Pastikan Pendampingan Terbuka bagi Korban Perundungan
MenPPPA Arifah Fauzi memastikan layanan pendampingan tetap tersedia bagi anak korban perundungan; Kemenkes b...
Kemenperin Buka Ruang Gen Z untuk Kembangkan Industri Batik
Kemenperin ajak Gen Z berperan dalam pengembangan industri batik melalui desain, teknologi, dan pemasaran di...
Tokoh Konghucu Budi Tanuwibowo Masuk Wantimpres
Budi Tanuwibowo dilantik jadi anggota Wantimpres; ia terharu karena komunitas Konghucu yang minoritas mendap...
MenPPPA Pastikan Penanganan Perundungan Anak di Tangsel
MenPPPA Arifah Fauzi pastikan penanganan dugaan perundungan anak di Tangerang Selatan prioritaskan keamanan,...
Komdigi Minta Operator Ubah Paket Non-Rollover
Komdigi minta operator segera ubah paket non-rollover agar sisa kuota dilindungi secara ekonomi, bukan hanya...