Makna Hari Arafah: Keutamaan, Sejarah, dan Amalan (26 Mei 2026)
Hari Arafah adalah salah satu momen paling mulia bagi umat Islam sebelum Iduladha, jatuh setiap 9 Dzulhijjah dan pada 2026 diperkirakan bertepatan dengan Selasa, 26 Mei. Bagi jamaah haji, hari ini menjadi puncak wukuf di Padang Arafah; bagi umat lainnya dianjurkan memperbanyak ibadah seperti puasa, doa, dzikir, dan istighfar.
Sejarah dan dasar tekstual
Menurut catatan ulama, Hari Arafah mendapat kedudukan istimewa karena peristiwa turunnya ayat yang menyatakan kesempurnaan agama Islam. Peristiwa itu terjadi saat Rasulullah SAW berada di Arafah.
اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًا
Artinya:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu.”
Dalam riwayat Imam Bukhari, Umar bin Khattab menyatakan mengetahui waktu dan tempat turunnya ayat tersebut, yakni di Arafah pada hari Jumat, yang menjadi salah satu alasan umat memuliakan hari itu.
فقال عُمَرُ: إنِّي لأعلَمُ اليومَ الذي نَزَلَت فيه، والمَكانَ الذي نَزَلَت فيه، نَزَلَت على رَسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم بعَرَفاتٍ في يَومِ جُمُعةٍ
Artinya:
“Maka Umar berkata: ‘Sungguh aku mengetahui hari ketika ayat itu diturunkan, juga tempat turunnya. Ayat itu turun kepada Muhammad di Arafah pada hari Jumat.’” (HR Bukhari)
Keutamaan: penghapusan dosa dan pembebasan dari neraka
Hari Arafah disebut hari Allah banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka. Hadis riwayat Imam Muslim menegaskan besarnya pengampunan pada hari tersebut.
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ ...
Artinya:
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu menampakkan keutamaan mereka kepada para malaikat.” (HR Muslim)
Amalan yang dianjurkan
Umat Islam dianjurkan memaksimalkan ibadah pada Hari Arafah, baik yang menunaikan haji maupun tidak.
- Puasa Arafah bagi yang tidak sedang haji — disebut menghapus dosa setahun sebelum dan sesudahnya (HR Muslim).
- Memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar sebagai momentum taubat dan permohonan ampun.
- Membaca Al-Qur'an dan memperbanyak sedekah karena keutamaan hari yang tinggi.
- Muhasabah: introspeksi diri untuk memperbaiki kualitas iman dan akhlak.
Pesan ulama dan implikasi
Para ulama mengingatkan agar umat tidak melewatkan Hari Arafah tanpa memperbanyak amalan kebaikan. Momentum ini dinilai sebagai kesempatan meraih pahala besar dan keberkahan dunia-akhirat.
Kesimpulannya, Hari Arafah merupakan waktu penting untuk memperteguh iman, memohon ampunan, dan menunaikan amalan sunnah yang dianjurkan, termasuk puasa bagi yang tidak berhaji. Momen ini terus diperingati oleh umat Islam di berbagai negara sebagai pengingat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
P2MI Gandeng Kemenkum dan Kemen PPPA Perkuat Perlindungan PMI
P2MI bekerja sama dengan Kemenkum dan Kemen PPPA untuk memperkuat perlindungan pekerja migran dari hulu samp...
PERSAGI: Standar Bahan Baku Kunci Keberhasilan Program MBG
PERSAGI minta BGN perkuat standar bahan baku MBG untuk memastikan kecukupan gizi bagi bumil, busui, balita,...
DPR Dukung Pelarangan Vape jika Disalahgunakan untuk Narkoba
DPR mendukung pelarangan vape jika produk itu digunakan sebagai pintu masuk narkoba; pemerintah minta pengaw...
PPATK: Perputaran Dana Judi Online Rp40,3 Triliun Triwulan I 2026
PPATK: perputaran dana judi online mencapai Rp40,3 triliun pada Triwulan I 2026; QRIS makin dominan dan modu...
Polri dan Kemnaker Selesaikan Sengketa PHK 134 Pekerja, Bayar Rp12,7 Miliar
Desk Ketenagakerjaan Polri dan Kemnaker menyelesaikan sengketa PHK 134 pekerja PT Amos Indah Indonesia denga...
Prabowo: Gagasan Bukan Baru, Intinya Tegakkan UUD 1945
Presiden Prabowo menegaskan gagasannya adalah menegakkan UUD 1945, terutama Pasal 33 dan 34, saat berpidato...