Harga Pertamax Turbo dan BBM Nonsubsidi Turun Mulai 19 Juli 2026
PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Avtur, efektif mulai Minggu, 19 Juli 2026, di seluruh wilayah penjualan. Penyesuaian dilakukan menanggapi perkembangan harga minyak dunia serta mempertimbangkan aspek fiskal dan daya beli masyarakat.
Rincian penyesuaian harga
Berdasarkan pengumuman perusahaan, harga Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Penurunan itu setara pengurangan sebesar Rp1.450 per liter dibandingkan harga sebelumnya.
Selain Pertamax Turbo, penyesuaian juga berlaku untuk Pertamina Dex, Dexlite, dan Avtur. Perusahaan mencatat penurunan terbesar terjadi pada Pertamina Dex, sekitar 15 persen dari harga sebelumnya. Untuk Dexlite dan Avtur, penurunan disampaikan akan berlaku di seluruh wilayah tanpa rincian angka per daerah pada pengumuman awal.
- Pertamax Turbo: Rp20.750 → Rp19.300 per liter (turun Rp1.450)
- Pertamina Dex: turun sekitar 15% dari harga sebelumnya
- Dexlite: mengalami penyesuaian harga (jumlah wilayah berlaku)
- Avtur: mengalami penyesuaian harga (berlaku secara nasional)
Alasan dan koordinasi penetapan harga
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian mengikuti mekanisme yang berlaku dan perkembangan pasar energi global. Menurutnya, kebijakan itu juga sudah dikoordinasikan dengan pemerintah sesuai ketentuan penetapan harga bahan bakar.
"Sesuai yang kita ketahui, penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujar Kitty.
Dampak bagi konsumen dan prospek ke depan
Pertamina berharap penyesuaian harga ini memberi manfaat bagi pengguna BBM nonsubsidi dan meringankan beban konsumen. Perusahaan juga menyatakan evaluasi harga akan terus dilakukan secara berkala sesuai dinamika pasar energi global.
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini berpotensi menurunkan biaya transportasi dan distribusi barang secara bertahap. Namun, besaran dampak riil terhadap inflasi dan daya beli akan bergantung pada perkembangan harga minyak dunia selanjutnya dan kebijakan fiskal pemerintah.
Perusahaan mendorong masyarakat untuk mengecek informasi harga di lokasi penjualan resmi dan kanal komunikasi Pertamina Patra Niaga untuk menghindari perbedaan informasi di tingkat daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...