BPS: Harga Bawang Merah Naik 12,5% Pekan Kedua Juni 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga bawang merah hingga pekan kedua Juni 2026 di seluruh Indonesia. Secara nasional, harga rata-rata kini mencapai Rp50.561 per kilogram, naik 12,50 persen dibandingkan Mei 2026 dan melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) batas atas sebesar Rp41.500 per kilogram.
Kenaikan nasional dan HAP
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa kenaikan terjadi di 287 kabupaten/kota. Kenaikan 12,50 persen menunjukkan tekanan harga yang cukup signifikan pada komoditas ini.
"Secara umum harga bawang merah sampai dengan minggu kedua Juni 2026 itu naiknya 12,50 persen. Saat ini secara rata-rata nasional harga bawang merah sudah menyentuh Rp50.561 per kilogram,"
Amalia menegaskan bahwa harga rata-rata nasional telah melampaui HAP batas atas, sehingga menjadi perhatian dalam upaya pengendalian inflasi pangan di daerah.
Daerah dengan lonjakan harga
BPS mencatat beberapa daerah melaporkan harga jauh di atas rata-rata nasional. Lonjakan ini memperlihatkan ketimpangan pasokan antarwilayah.
| Lokasi | Harga (Rp/kg) | Keterangan |
|---|---|---|
| Rata-rata Nasional | 50.561 | Sudah melebihi HAP batas atas |
| Bolaang Mongondow Utara | 84.074 | Harga termasuk tinggi di tingkat daerah |
| Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro | 90.000 | 116,87% di atas HAP batas atas |
| HAP batas atas | 41.500 |
Respons pemerintah dan langkah pengendalian
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menilai kenaikan ini sebagai sebuah anomali. Ia mencatat kondisi ini terjadi meski Indonesia telah mampu mengekspor bawang merah.
"Kemudian juga bawang merah menjadi anomali, karena kita sudah ekspor. Mungkin distribusinya kita akan perbaiki ke depan, karena kita sudah ekspor bawang merah,"
Amran menyatakan pemerintah akan memperbaiki distribusi agar pasokan lebih merata. Perbaikan distribusi diharapkan dapat meredam lonjakan harga di daerah-daerah yang mengalami tekanan pasokan.
Implikasi dan prospek ke depan
Kenaikan harga bawang merah ini berpotensi mendorong inflasi pangan di tingkat regional. Pemerintah dan pemangku kebijakan di daerah perlu memantau pasokan, memperlancar distribusi, dan mempertimbangkan intervensi sementara jika harga terus melonjak.
Perbaikan distribusi dan pemantauan stok menjadi fokus utama dalam beberapa minggu ke depan untuk menahan laju kenaikan harga dan menjaga stabilitas harga pangan.
Berita Terkait
BPS: Harga Cabai Merah Naik Tajam di Pekan Kedua Juni
BPS: Harga cabai merah rata-rata nasional naik ke Rp56.537/kg pada pekan kedua Juni 2026, melampaui HAP dan...
BPS: Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Pekan Kedua Juni
BPS: harga cabai rawit rata-rata Rp69.973/kg pekan kedua Juni 2026; 185 daerah alami kenaikan, distribusi ja...
Program 3 Juta Rumah Tembus 324.213 Unit hingga Juni 2026
Realisasi Program 3 Juta Rumah mencapai 324.213 unit hingga pekan kedua Juni 2026, dengan pengembang sebagai...
15 Ucapan Galungan dan Kuningan 2026: Bahasa Bali dan Inggris
Kumpulan ucapan Galungan dan Kuningan 2026 dalam bahasa Bali dan Inggris, lengkap dengan arti, untuk mempere...
Perlinsos Digital Pangkas Pendaftaran Bansos dari 200 Hari ke Menit
Perlinsos Digital memangkas pendaftaran bansos dari 200 hari menjadi menit; uji coba diperluas ke 42 kabupat...
Tradisi Mebat saat Galungan-Kuningan: Filosofi dan Daftar Hidangan
Mebat, tradisi memasak bersama umat Hindu Bali menjelang Galungan-Kuningan (17 Juni 2026), mencerminkan goto...