Samsung, SK hynix, Micron Digugat atas Dugaan Kartel Harga DRAM
Samsung, SK hynix, dan Micron digugat di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Utara California pada 25 Juni 2026. Sekitar 17 penggugat menuduh ketiga produsen memori itu melakukan koordinasi ilegal untuk membatasi pasokan DRAM dan memanipulasi harga hingga 700 persen dalam setahun terakhir. Gugatan class action dinamai Garciaguirre et al. v. Samsung Electronics Co., Ltd. dan mengutip Pasal 1 Undang-Undang Sherman sebagai dasar hukum.
Isi gugatan
Penggugat berargumen bahwa para terdakwa menerapkan praktik terkoordinasi yang mengurangi produksi komoditas DRAM tertentu. Mereka menilai langkah itu sengaja untuk mendorong harga naik serta menjaga margin keuntungan tinggi. Gugatan menyebut peralihan terkoordinasi ke high-bandwidth memory (HBM) sebagai kedok untuk memangkas produksi modul DDR3 dan DDR4 yang lebih lama.
Sejarah hukum dan denda sebelumnya
Kasus ini juga menyinggung catatan hukum masa lalu. SK hynix pernah membayar denda sebesar $185 juta pada April 2005. Samsung sebelumnya membayar denda $300 juta pada November 2005 terkait penetapan harga DRAM.
Dampak pasar dan hambatan masuk
Gugatan menekankan bahwa pembangunan pabrik DRAM baru memerlukan biaya besar dan waktu lama. Kondisi tersebut membatasi pesaing baru untuk masuk pasar. Akibatnya, ketiga perusahaan dinilai bisa memangkas produksi tanpa khawatir kehilangan pangsa pasar, sehingga mendorong kenaikan harga ke rekor tertinggi.
Penggugat dan tuntutan
Penggugat terdiri dari 14 individu dan tiga usaha kecil yang bergerak di bidang komputer. Di antara nama yang disebut adalah Troy's Computers dan perusahaan perbaikan My Florida PC. Mereka mengaitkan kenaikan harga perangkat, seperti iPad dan Mac, dengan tekanan pasar akibat kenaikan harga DRAM.
- Mereka meminta status gugatan kelompok.
- Mereka menuntut perintah pengadilan untuk menghentikan praktek yang dituduhkan.
- Mereka meminta ganti rugi tiga kali lipat atas kerugian yang dialami.
Implikasi dan langkah selanjutnya
Jika pengadilan menerima klaim antitrust ini, konsekuensinya bisa signifikan bagi industri memori global. Perusahaan bisa menghadapi denda, perubahan praktik pasar, dan kewajiban ganti rugi kepada konsumen serta pelaku usaha kecil. Proses hukum diperkirakan akan panjang, termasuk pemeriksaan bukti dan kemungkinan permintaan penyelesaian atau persidangan.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Minta Masukan Industri AS untuk Teknologi Permukaan Bulan
NASA buka konsultasi industri AS hingga 17 Juli 2026 untuk akselerasi teknologi permukaan Bulan, termasuk pe...
LPDP Buka Pendaftaran Tahap II 2026, Prioritaskan Talenta STEM
LPDP membuka pendaftaran Beasiswa Tahap II 2026 (30 Juni-31 Juli) dengan prioritas 80% ke bidang STEM serta...
PKBTS: AI Jangan Gantikan Pendidikan Karakter
PKBTS mengingatkan agar AI di sekolah menjadi alat bantu, bukan pengganti pendidikan karakter, dan mendorong...
Fasilitas Imigrasi Khusus Permudah Mahasiswa Indonesia ke Malaysia
Malaysia siapkan fasilitas imigrasi khusus dan sistem visa digital untuk mempercepat kedatangan mahasiswa in...
Kuliah di Malaysia: Biaya Hanya Sekitar 10% dari AS
Biaya kuliah di Malaysia sekitar 10% dibanding AS, sambil menawarkan ijazah internasional dan kualitas penga...
Kemkomdigi Pastikan Data Biometrik Tak Disimpan Operator Seluler
Kemkomdigi memastikan data biometrik registrasi SIM tidak disimpan operator; foto wajah terenkripsi dan hany...