Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Perry Warjiyo Sampaikan Harapan
DPR RI hari Selasa, 1 September 2026 mengesahkan penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2026–2031. Dalam rapat paripurna yang sama, Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro disahkan sebagai Deputi Gubernur Senior dan Deputi Gubernur. Perry Warjiyo, Gubernur BI periode 2018–2026, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Dewan Gubernur baru memperkuat mandat BI dalam menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah gejolak global.
Penetapan Dewan Gubernur
Rapat paripurna DPR menetapkan susunan pimpinan Bank Indonesia untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Destry Damayanti akan memimpin otoritas moneter nasional, didampingi Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur. Ketiganya resmi menjabat untuk periode 2026–2031.
Pesan Perry Warjiyo
Perry Warjiyo, yang menyelesaikan masa jabatan 2018–2026, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama masa jabatannya. Ia juga menitipkan harapan agar pimpinan baru melanjutkan tugas BI sesuai undang-undang dan ketentuan yang berlaku.
"Saya berharap Dewan Gubernur yang baru mampu memperkuat mandat Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas. Serta turut mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah gejolak global yang masih berlanjut,"
"Semoga Tuhan YME senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan bagi Bank Indonesia. Dalam menjalankan mandatnya bagi kemajuan perekonomian nasional,"
Prioritas Kebijakan Destry Damayanti
Usai pengesahan, Destry Damayanti menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan yang dinilai baik dan menyesuaikannya dengan dinamika zaman. Ia menekankan bahwa kebijakan moneter harus responsif terhadap kondisi terkini, terutama mengingat ketidakpastian global yang masih tinggi.
"Jadi kebijakan itu memang sangat tergantung dengan kondisi yang sedang terjadi, dimana ketidakpastian global masih tinggi,"
Destry menegaskan bahwa stabilitas tetap menjadi prioritas utama. Prioritas tersebut mencakup stabilitas nilai tukar rupiah hingga pengendalian inflasi, dengan tujuan menciptakan iklim ekonomi yang kondusif untuk pertumbuhan.
"Stabilitas tetap menjadi prioritas, mulai dari stabilitas nilai tukar rupiah hingga inflasi. Sehingga dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif,"
Implikasi dan Langkah Berikutnya
Peralihan kepemimpinan di BI menandai fase baru kebijakan moneter yang diharapkan mempertahankan kesinambungan. Dengan fokus pada stabilitas, langkah kebijakan mendatang kemungkinan akan menitikberatkan pada penyesuaian instrumen moneter untuk merespon tekanan eksternal dan menjaga kestabilan harga.
Publik dan pelaku pasar akan mengamati keputusan awal Dewan Gubernur baru, terutama kebijakan suku bunga dan intervensi nilai tukar, sebagai indikator arah kebijakan ekonomi makro ke depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...