Groundbreaking Proyek Abadi Masela Dimulai, Kapasitas 9,5 Juta Ton
Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada 16 Juli 2026 di Kepulauan Tanimbar, Maluku—menandai kembalinya proyek yang tertunda hampir tiga dekade. Acara dilakukan secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi di Maluku. Pemerintah menargetkan proyek ini memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan hulu-hilir terintegrasi.
Pelaksanaan dan konteks historis
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyatakan proyek Blok Masela telah lama terkatung-katung dan melewati enam presiden sebelum akhirnya dieksekusi sekarang. Menurut Bahlil, perintah tegas dari Presiden menjadi pemicu percepatan pelaksanaan.
"Tepat tanggal 16 Juli 2026, kita menandai babak baru Proyek Abadi Masela yang sudah dicanangkan 28 tahun lalu. Sudah melewati enam presiden, dan Presiden Prabowo Subianto lah yang bisa mengeksekusi hari ini,"
"Atas bimbingan, arahan, dan perintah Bapak Presiden kepada kami sebagai pembantu Presiden untuk segera mengeksekusi. Melakukan asistensi, dan memberikan penegasan kepada seluruh konsesi perizinan minyak atau gas,"
Investasi dan kapasitas
Menteri Bahlil menyebut nilai investasi proyek mencapai USD20,9 miliar (Rp381,24 triliun). Pengembangan mencakup fasilitas hulu hingga hilir yang terintegrasi, dengan kapasitas produksi diproyeksikan mencapai 9,5 juta ton LNG per tahun.
Angka produksi ini menurut pemerintah setara dengan 120 MM dan 35 ribu barel kondensat per hari, yang diharapkan dapat meningkatkan lifting gas nasional.
Distribusi penggunaan dan tujuan strategis
Pemerintah menetapkan skema pemanfaatan pasokan: minimal 60 persen untuk kebutuhan domestik dan maksimal 40 persen untuk ekspor. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka ruang pendapatan devisa.
"Bapak Presiden, 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik. Dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor,"
Reaksi Presiden dan target penyelesaian
Presiden Prabowo menyampaikan kebanggaan atas dimulainya konstruksi proyek yang telah dinantikan hampir tiga dekade. Ia menekankan percepatan pembangunan agar proyek selesai seefisien mungkin.
"Proyek ini hampir tiga dekade tiga dasawarsa kita tunggu, tiga dekade tiga dasawarsa rakyat menunggu. Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya,"
Dengan groundbreaking ini, pemerintah menempatkan Abadi Masela sebagai proyek strategis yang diharapkan memberi dampak jangka panjang pada pasokan energi dan perekonomian regional. Tahapan berikutnya adalah pengerjaan fisik fasilitas dan pengamanan perizinan agar investasi dan produksi berjalan sesuai jadwal.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
DPR Minta LPP Perbanyak Konten Positif untuk Lawan Hoaks
Komisi VII DPR minta LPP perbanyak konten positif untuk melawan hoaks; RRI fokus pada siniar dan kolaborasi...
Bahlil Tegaskan: Jangan KKN di Proyek Blok Masela
Menteri Bahlil minta pengelolaan Blok Masela profesional dan bebas KKN saat groundbreaking 16 Juli 2026, sam...
Komisi II Soroti Infrastruktur Perbatasan Kalimantan Utara
Komisi II DPR menyoroti buruknya infrastruktur di perbatasan Kalimantan Utara yang menghambat akses sembako,...
Trans Tuntas Selesaikan Sengketa Lahan Transmigrasi di Kikim
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga kunjungi Kikim (13 Juli 2026) dan dorong Program Trans Tuntas untuk sel...
Mentan: Harga TBS Sawit Menguat, Pelaku Permainan Harga Akan Ditindak
Mentan Andi Amran menyatakan harga TBS sawit mulai menguat dan pemerintah akan menindak perusahaan yang mene...
Kapolri Serap Aspirasi Pecalang dan Ojol di Badung
Kapolri Listyo Sigit dialog dengan pecalang dan komunitas ojol di Badung untuk perkuat keamanan, bahas parki...