Mentan: Harga TBS Sawit Menguat, Pelaku Permainan Harga Akan Ditindak
Menteri Pertanian Andi Amran SulaimanTBS sawit mulai menguat dan pemerintah akan menindak perusahaan yang sengaja menekan harga petani. Pernyataan itu disampaikan saat dialog dengan petani dan pemerintah daerah di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, pada Selasa, 15 Juli 2026.
Pernyataan Mentan di Aceh
Amran mengatakan Presiden menginstruksikan pengawalan harga komoditas strategis agar kenaikan harga dunia dinikmati petani. Ia menyebut harga sawit dunia kini berada di kisaran Rp27 ribu per kilogram, tetapi harga di tingkat petani sempat tetap pada Rp14-15 ribu per kilogram.
"Harga sawit dunia mencapai sekitar Rp27 ribu per kilogram, sementara di Indonesia sempat berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu," kata Amran.
Laporan ke Presiden dan Tindakan Pemerintah
Menurut Amran, kondisi penurunan harga yang kontras dengan penguatan dolar dilaporkan langsung ke Presiden Prabowo Subianto. Ia juga mengatakan memantau perkembangan harga bahkan saat berada di Tanah Suci.
"Kami ditelepon. Saya sampaikan, selesai berdoa kami langsung bekerja," kata Amran.
Amran menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir permainan harga. Ia memperingatkan tindakan tegas termasuk kemungkinan penutupan perusahaan yang merugikan petani.
"Kalau ada perusahaan yang tidak menaikkan harga dan menyakiti petani, bila perlu kita tutup perusahaannya. Ini menyangkut kehidupan sekitar 15 juta petani sawit di seluruh Indonesia," ucapnya.
Dampak Pengawasan terhadap Harga TBS
Langkah cepat pemerintah, kata Amran, sudah menunjukkan hasil. Setelah pengumuman penguatan pengawasan tata niaga sawit, harga TBS di tingkat petani mulai naik dan menunjukkan pemulihan.
"Alhamdulillah, setelah kita umumkan langkah pemerintah, harga langsung bergerak naik dan sekarang sudah mulai pulih. Tetapi saya ingatkan, masih ada yang coba-coba menurunkan harga lagi, Satgas akan menindak tegas," katanya.
Untuk memperkuat pengawasan, pemerintah membentuk tugas-tugas pengendalian dan penindakan. Langkah yang disampaikan mencakup:
- Pengawasan tata niaga sawit secara ketat.
- Penindakan terhadap perusahaan yang melanggar.
- Perbaikan mekanisme distribusi agar nilai tambah dinikmati petani.
Mengapa Sawit Penting
Amran menekankan sawit sebagai komoditas strategis yang menyumbang devisa besar. Menjaga harga petani, menurutnya, akan mendorong produksi dan daya saing ekspor nasional.
"Kalau seluruh potensi sawit bisa dioptimalkan dan harga petani terjaga, nilai ekspor Indonesia akan meningkat signifikan. Karena itu pemerintah akan terus hadir memastikan petani memperoleh harga yang adil," katanya.
Pemerintah berjanji melanjutkan pengawasan dan penegakan untuk memastikan kenaikan harga pasar dunia berimbas nyata pada kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
BPBD: Semua Titik Api Karhutla di Jatim Sudah Padam
BPBD Jawa Timur memastikan semua titik api karhutla telah padam, namun pemantauan titik panas melalui SiPong...
Pelestarian Batik: Wamenperin Dorong Perajin Ikuti Pasar
Wamenperin Faisol Riza mendorong pelestarian batik seiring penguatan perajin agar mampu mengikuti pasar, did...
Kemenkum Fasilitasi Mediasi Sengketa Merek ASICS
Kemenkum memfasilitasi mediasi ASICS vs Toko Istana Sepatu pada 3 Okt 2026 di Jakarta untuk menyelesaikan du...
Komdigi: Perlindungan Sisa Kuota Tak Boleh Dikenai Biaya
Kemkomdigi menegaskan sisa kuota pelanggan tidak boleh dikenai biaya, merujuk putusan MK; pemerintah akan ev...
PBNU Terbitkan Pedoman Hari Santri 2026, Solidaritas untuk Palestina
PBNU keluarkan pedoman Hari Santri 2026 berfokus pada tradisi, layanan masyarakat, dan solidaritas kemanusia...
Terapi Seni Bantu Pulihkan Trauma Anak, Ini Cara dan Perannya
Seni atau art terapi dinilai efektif bantu pulihkan trauma anak melalui ekspresi kreatif, lingkungan aman, d...