Istana untuk Anak Sekolah: Istana Negara Ramah Penyandang Disabilitas
Program 'Istana untuk Anak Sekolah' menghadirkan siswa sekolah luar biasa (SLB) ke Istana Kepresidenan Jakarta pada 16 Juli 2026. Kunjungan ini bertujuan memperkenalkan simbol negara sekaligus menunjukkan bahwa Istana Negara ramah terhadap penyandang disabilitas.
Kunjungan SLB ke Istana
Siswa dari SLB D-D1 YPAC Jakarta dan SLB Negeri 11 mengelilingi ruang-ruang bersejarah Istana Negara. Kegiatan berlangsung dalam suasana ceria, diwarnai rasa antusias dan senyum para peserta.
Alwin Haris, salah satu siswa peserta, menyampaikan kegembiraannya karena bisa mengunjungi Istana untuk pertama kali.
"Saya merasa senang karena saya bisa berkunjung ke Istana Negara ini. Karena ini baru pertama kalinya saya mengikuti acara Istana untuk anak sekolah,"
Kunjungan ini merupakan bagian dari program Istana untuk Anak Sekolah yang memberi akses langsung bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mengenal lebih dekat simbol-simbol kenegaraan.
Fasilitas dan akses inklusif
Penyelenggara menegaskan bahwa lingkungan Istana dilengkapi fasilitas yang mendukung aksesibilitas. Hal ini memungkinkan berbagai kelompok disabilitas untuk menikmati kunjungan tanpa hambatan berarti.
- Tunanetra
- Tuli atau rungu
- Grahita
- Daksa
Ketua Harian Institusi Disabilitas Indonesia (Indisi), Memes Prameswari, menyambut baik upaya ini sebagai bukti bahwa Istana menghadirkan ruang inklusif.
"Sarana dan prasarana di Istana Negara luar biasa, ternyata lingkungan di sini inklusi, jadi benar-benar Istana Negara ini ramah disabilitas. Teman-teman disabilitas semuanya ada aksesnya di sini mulai dari jalannya, terus ada di toiletnya pun, ada railnya,"
Respon guru dan makna pendidikan
Abdul Matiin Haqq, guru SLB Negeri 11 Jakarta, mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan ini. Ia menilai kunjungan memberi pengalaman belajar yang kontekstual dan mampu menumbuhkan mimpi serta percaya diri pada siswa.
"Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada kami sekolah luar biasa dan anak-anak hebat disabilitas untuk bisa mengunjungi Istana Negara,"
Penutup: Dampak dan harapan
Kunjungan ini tidak hanya bersifat kunjungan wisata edukatif, melainkan juga simbol bahwa institusi negara membuka ruang bagi semua warga, termasuk anak berkebutuhan khusus. Program Istana untuk Anak Sekolah diharapkan menjadi momentum memperluas akses dan meningkatkan kepercayaan diri peserta.
Ke depan, keberlanjutan program dan penguatan fasilitas aksesibilitas menjadi kunci agar kunjungan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah luar biasa di seluruh daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pengangkatan Bangkai KM Virgo di Laut Jawa Digariskan Oktober 2026
PT Virgo Karya Shipping memastikan pengangkatan bangkai KM Virgo di Laut Jawa akan dilakukan pada Oktober 20...
BMKG Waspadai Awan Cumulonimbus dan Gelombang Laut 4 Meter
BMKG mengimbau waspada awan cumulonimbus dan gelombang laut hingga 4 meter pada 4 Oktober 2026; imbauan ditu...
BMKG: Warga Tanjung Selor Waspadai Hujan Disertai Petir
BMKG mengingatkan potensi hujan disertai petir di Tanjung Selor pada 4 Oktober 2026; awan cumulonimbus juga...
Kerugian Rp40 Miliar akibat Penutupan Soekarno-Hatta oleh Abu Krakatau
Penutupan Soekarno-Hatta akibat abu Anak Krakatau diperkirakan rugi Rp40 miliar dan memengaruhi ratusan ribu...
Gempa 5,8 Magnitudo Guncang Aceh Jaya, Pusat 65 km Barat Calang
Gempa magnitudo 5,8 mengguncang Aceh Jaya pada 4 Okt 2026 pukul 06.37 WIB; BMKG catat kedalaman 26 km dan pu...
ATR/BPN Percepat Layanan Pertanahan, Target Bebas Pungli
ATR/BPN mempercepat layanan pertanahan sejak 17 Agustus 2026 lewat pengukuran terjadwal dan peralihan hak te...