dr. Galdy Wafie Terpilih Ketua IDI Medan 2026-2029
Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Medan menetapkan dr. Galdy Wafie M.Ked(An) Sp.An sebagai Ketua IDI Medan periode 2026–2029. Dalam sambutan usai penetapan, dr. Galdy menegaskan komitmen untuk melanjutkan program kepengurusan sebelumnya dan memperkuat peran IDI sebagai "rumah besar" bagi seluruh dokter di Kota Medan. Ia juga berjanji menyelesaikan agenda yang belum tuntas dan memperluas akses layanan kesehatan ke wilayah yang belum terjamah.
Komitmen kepengurusan baru
dr. Galdy menekankan bahwa prioritas awal kepengurusannya adalah meneruskan program yang telah dirintis dan menyelesaikan agenda yang belum rampung. Ia berharap IDI Medan menjadi wadah yang melindungi tenaga medis, memberikan advokasi, serta menjadi tempat pengaduan bagi dokter dan masyarakat terkait isu kesehatan.
"Kita berharap IDI Medan menjadi wadah pelindung, advokasi, dan tempat pengaduan bagi dokter maupun masyarakat terkait isu kesehatan,"
Selain itu, dr. Galdy menyatakan komitmen memfasilitasi tenaga kesehatan agar dapat menjangkau wilayah terpencil di Medan dan Sumatera Utara sehingga manfaatnya terasa luas bagi masyarakat.
Persoalan pemerataan dokter di Sumut
Ketua IDI Sumatera Utara menyampaikan catatan penting mengenai distribusi tenaga dokter. Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah dokter di Sumut sekitar 11 ribu orang dengan rasio dokter terhadap penduduk sekitar 1:900. Rasio ini lebih baik dari standar WHO 1:1000, namun distribusinya tidak merata.
| Data | Angka |
|---|---|
| Jumlah dokter di Sumatera Utara | ~11.000 orang |
| Rasio dokter terhadap penduduk | ~1:900 |
| Standar WHO | 1:1000 |
Ketua IDI Sumut menyoroti bahwa hampir 70% dokter di provinsi itu terkonsentrasi di Kota Medan. Kondisi ini membuat layanan kesehatan di daerah lain kurang terlayani.
"Contohnya di Kota Medan, hampir 70% dokter yang ada di Sumut itu ada di Kota Medan. Jadi memang pemerataannya belum merata,"
Ia menambahkan bahwa salah satu faktor pendorong ketimpangan adalah jaminan kesejahteraan bagi dokter di daerah.
"Karena, kenapa menumpuk di Medan semua? Salah satunya mungkin faktor kesejahteraan itu,"
Langkah lanjutan dan pelantikan
Panitia Muscab meminta dr. Galdy segera menyusun kepengurusan baru. Pelantikan resmi oleh Pengurus Besar IDI direncanakan dalam waktu satu hingga dua bulan setelah pengisian struktur organisasi selesai. Panitia optimistis kepemimpinan dr. Galdy mampu melanjutkan dan memperkuat program yang sudah berjalan.
Dampak bagi pelayanan kesehatan
Jika program pemerataan dan fasilitasi tenaga kesehatan direalisasikan, pelayanan di wilayah terpencil berpotensi membaik. Langkah konkret dan kebijakan kesejahteraan bagi dokter di daerah menjadi kunci untuk mengurangi konsentrasi tenaga medis di perkotaan.
Kepengurusan baru diharapkan segera bergerak untuk merumuskan langkah implementasi yang jelas dan terukur demi meningkatkan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara.
Berita Terkait
IAKN Tarutung Lantik 69 Pejabat, Prodi PPG Bidik Akreditasi Unggul
IAKN Tarutung melantik 69 pejabat (8/6) untuk konsolidasi kepemimpinan dan percepatan transformasi menjadi U...
Bobby Nasution Tekankan Mitigasi Ancaman Megathrust di Sumut
Gubsu Bobby Nasution menekankan mitigasi ancaman Megathrust untuk lindungi masyarakat Sumut dan stabilitas d...
Polres Pematangsiantar Musnahkan 77,836 kg Ganja dan 1,122 kg Sabu
Polres Pematangsiantar memusnahkan 77.836,92 gram ganja dan 1.122,69 gram sabu pada 9 Juni sebagai bagian da...
36 Pedagang Minta Perlindungan Presiden, Pemkab Deliserdang Rencanakan Pengosongan Ruko
36 pedagang minta perlindungan Presiden setelah Pemkab Deliserdang rencanakan pengosongan ruko di sekitar De...
PN Medan Tunda Putusan Kasus Suap Proyek Kereta DJKA
PN Medan menunda putusan tiga terdakwa kasus suap proyek kereta Medan–Binjai–Aceh karena hakim belum menyele...
Tirtanadi Minta Maaf, Distribusi Air Terganggu di Medan
Perumda Tirtanadi minta maaf atas gangguan distribusi air di Medan sejak 9 Juni akibat pemadaman listrik; pe...