Nasional

Kemenbud Gelar Gala Cerita Rakyat 2026, 1.737 Karya Masuk

Bagikan:
Panggung Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Jakarta

Kementerian Kebudayaan mengadakan Puncak Apresiasi Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026 di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026. Acara ini memberi penghargaan bagi peserta yang berkontribusi melestarikan cerita rakyat lewat karya. Kegiatan digelar untuk menjaga tradisi lisan dan memperkuat identitas budaya bangsa.

Partisipasi besar dan jangkauan karya

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. Panitia menerima lebih dari 1.737 karya dari berbagai daerah di Indonesia. Menbud menyatakan karya itu berasal dari sekitar 30 provinsi, namun dalam pernyataannya ia juga menyebut angka sekitar 34 provinsi.

Menurut Menbud, tingginya partisipasi menunjukkan cerita rakyat masih menarik bagi masyarakat. Data ini juga menjadi indikator bahwa tradisi lisan tetap relevan dalam upaya pemajuan kebudayaan nasional.

Nilai budaya dan urgensi pelestarian

Fadli Zon menekankan kekayaan cerita rakyat tak lepas dari keragaman budaya Indonesia. Ia menggarisbawahi keberadaan banyak kelompok etnis, bahasa daerah, dan pulau yang menyimpan kisah turun-temurun.

"Cerita-cerita rakyat itu, pasti banyak nilai-nilai yang membawa keteladanan, mentransfer berbagai nilai-nilai yang baik kepada anak-anak kita... membentuk jati diri, identitas, sekaligus membangun karakter,"

Rencana diseminasi nasional

Dewan juri Gala Cerita Rakyat Indonesia 2026, Neno Warisman, mengatakan pihaknya akan melaksanakan diseminasi nasional di tujuh wilayah Indonesia. Langkah ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan gerakan pelestarian secara terarah dan berkelanjutan.

"Kami ingin gerakan ini berjalan secara terarah dan tidak dilakukan secara asal-asalan... diperlukan upaya penyebaran yang lebih terstruktur agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas,"

Daftar pemenang Karya Gala Cerita Rakyat Indonesia

Berikut nama-nama pemenang sebagaimana diumumkan pada puncak acara:

  1. Aqhila Arsenio Reynanda - Keadilan di Tanah Tumapel
  2. Anak Agung Gede Krisna Adi Nugraha - Asal Mula Tradisi Mapejuwit
  3. Orlin Atha Rachma Saleh - Asal usul Balum Bili dari Aceh Besar
  4. Ayasha Maulidiasyah - Uwiao Ular Naga
  5. Arsene Joy Syandi Pasaribu - Si Beru Dayang
  6. Syafira Zafin Artya - Legenda Batu Menangis
  7. Mursid Yoga Pratama - Sang Kera dan Buaya
  8. M. Firdaus Al-Kautsar - Dadung yang Mengikat Hati
  9. Noor Darine Salsabilla - Perempuan Pembawa Api dari Pulau Rote
  10. Hangganararas Tyas - Asal Usul Kota Cianjur
  11. Melinda Rahmawati - Si Kabayan Moro
  12. Ladziyana Junisti Maryama - Rambut Sindang dari Kuningan
  13. Rusmanadi - Ketawak di Gunung Penyabung
  14. Sri Meidiana - Asal-Usul Padhukuhan Dhayu
  15. Rusmiati - Bir Pletok Kebanggaan Jakarta
  16. Dyan Arfiana Ayu Puspita - Pangeran Purbaya dan Pasukan Lebah
  17. Ainur Basirah Mulya - Samba Paria dari Tanah Mandar
  18. Putri Khalidah - Ibu Kandungku Seekor Kucing
  19. Fauzi Rahmat Nugraha - Situ Bagendit
  20. Ihan Imtihan - Kebo Gerem
  21. Mujadid Sigit Aliah - Makkaraja Carita
  22. Wahyuddin - Lalu Lepang Kuning dan Dedara Pitu
  23. Atiril Atifah - Ayam Jago Panji Laras
  24. Brian Dhwi Frediaty - Legenda Si Gringsing
  25. Desri Susilawani - Legenda Bukit Bejungor
  26. Nur Danila - Windu
  27. Lahir Jaka - Gatra
  28. Syaeful Amin - Si Gringsing & Si Kasur
  29. Kartika Vireza - Asal Usul Sungai Bangkok
  30. Yosan TV Channel - Si Buncir
  31. Detty Herawati (Pendidik) - Raja Jambi Penakluk Hantu Pirau
  32. Abidah Nur Zahro (Remaja) - Legenda Suro dan Boyo
  33. Wantofal Anugerah Cantik (Remaja) - Timun Mas
  34. Telaga Bening Deslaya (Remaja) - Dompu Awang
  35. Keisya Aizatul Azzira (Remaja) - Timun Mas

Acara ini menegaskan bahwa pemajuan kebudayaan melalui penguatan tradisi lisan menjadi prioritas. Ke depan, penyebaran program terstruktur di tujuh wilayah diharapkan memperluas pelestarian cerita rakyat dan memperkuat partisipasi lintas generasi.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait