Nasional

BNPT dan NCTC Korea Perkuat Kerja Sama Penanggulangan Terorisme

Bagikan:
Pertemuan BNPT dan NCTC Republik Korea di Bogor pada 24 Juni 2026 untuk penandatanganan MoU antiterorisme

BNPT RI dan Pusat Kontra-Terorisme Nasional (NCTC) Republik Korea menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme. Perjanjian itu diteken sebagai langkah penguatan koordinasi regional pada Rabu, 24 Juni 2026 di Bogor, Jawa Barat. Tujuannya meningkatkan koordinasi, pertukaran informasi, dan berbagi pengalaman antarlembaga untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Isi Nota Kesepahaman

Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani memuat beberapa poin kerja sama teknis. Kesepakatan menekankan pertukaran data, koordinasi operasional, dan kapasitasi personel. Poin utamanya meliputi:

  • Peningkatan koordinasi antarinstansi dalam penanggulangan terorisme.
  • Pertukaran informasi intelijen dan analisis terkait ancaman terorisme.
  • Berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui pelatihan dan studi banding.

Perkembangan dan Komitmen Pejabat

Kepala BNPT RI, Eddy Hartono, menyatakan Republik Korea adalah mitra strategis bagi Indonesia. Ia menyambut kunjungan Administrator NCTC dan menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan. Eddy berharap MoU segera bertransformasi menjadi program kerja yang konkret.

Terima kasih atas kunjungan dan komitmen dalam memperkuat kerja sama penanggulangan terorisme dengan Indonesia

Kerja sama kedua negara perlu terus diperkuat melalui kolaborasi yang konkret, adaptif, dan berkelanjutan

Administrator NCTC Republik Korea, Park Wonho, menilai kerja sama bilateral itu penting untuk perdamaian global. Park mengingatkan bahwa upaya melawan terorisme harus dilakukan bersama, bukan oleh satu negara saja.

Menjaga perdamaian dunia tidak bisa dilakukan oleh satu negara saja, tetapi harus dilakukan bersama-sama

Signifikansi dan Dampak Regional

Kerja sama ini muncul di tengah tantangan terorisme yang semakin kompleks dan bersifat lintas negara. Pertukaran informasi dan pelatihan diharapkan mempercepat respons terhadap ancaman baru. Meski tren aksi terorisme disebut menurun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas.

Implementasi MoU diperkirakan mencakup program pelatihan, pertukaran personel, dan mekanisme berbagi informasi. Kedua pihak menekankan perlunya langkah konkret dan berkelanjutan untuk memastikan hasil nyata dari kesepakatan ini.

Langkah Ke Depan

BNPT dan NCTC akan menyusun rencana kerja bersama sebagai tindak lanjut MoU. Rencana ini diharapkan mencakup jadwal kegiatan, mekanisme pertukaran intelijen, dan evaluasi berkala. Pelaksanaan program dijadwalkan berjalan melalui koordinasi teknis antarlembaga.

Dengan kerangka kerja yang jelas, kedua negara berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan kapasitas pencegahan dan respons terhadap ancaman terorisme di kawasan Indo-Pasifik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait