Nasional

FSGI Soroti Kesiapan Juri LCC 4 Pilar MPR RI

Bagikan:
Ilustrasi penjurian lomba cerdas cermat dan dokumen SOP

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)

Evaluasi sistem penjurian jadi tuntutan utama

Retno menilai masalah utama bukan pada peserta, melainkan pada kesiapan dewan juri. Ia meminta agar ada mekanisme segera ketika muncul protes selama lomba. Menurutnya langkah cepat dapat mencegah sengketa berkepanjangan.

"Kalau ada protes, juri harus langsung menghentikan lomba dan memeriksa rekaman. Langkah itu pernah dilakukan dalam lomba sebelumnya dan masalah selesai,"

Retno juga meminta aturan teknis yang lebih rinci terkait penanganan keberatan. Ia menekankan agar setiap prosedur tertulis agar tidak terjadi interpretasi ganda di lapangan.

Desakan aturan tertulis dan SOP

FSGI mendorong penyelenggara merumuskan SOP yang jelas tentang tata cara pengajuan dan penyelesaian keberatan peserta. Hal ini untuk menjamin hak peserta mendapat perlakuan adil dan proses yang dapat diawasi.

"Harus ada SOP jelas ketika peserta menyampaikan keberatan kepada dewan juri. Peserta juga perlu dijamin mendapatkan perlakuan yang adil,"

Retno mengingatkan, dokumen prosedur sebaiknya mencakup tahapan penghentian lomba sementara, pemeriksaan rekaman, hingga keputusan final yang terdokumentasi.

Format soal: lebih dari sekadar hafalan

Selain soal teknis penjurian, Retno menyoroti format soal yang dinilai masih terlalu mengutamakan hafalan materi empat pilar. Ia mendorong agar penyusunan soal memasukkan unsur analisis untuk melatih kemampuan berpikir peserta.

Ia juga menyarankan melibatkan akademisi dalam perumusan dan penilaian soal. Dengan demikian, penilaian menjadi lebih objektif dan komprehensif, bukan semata memeriksa ingatan faktual.

Respons MPR dan langkah lanjutan

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, merespons penolakan SMAN 1 Pontianak untuk mengikuti final ulang LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026. Abraham menyatakan pihak sekolah telah menyampaikan penolakan tersebut langsung kepada pimpinan MPR.

"Tadi pagi bertemu dan menerima kunjungan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SMAN 1 Pontianak Ibu Indang dan Pak Eko. Mereka telah menyampaikan hal tersebut kepada kami, dan kami sangat menghargai dan memahami,"

Ia menambahkan pimpinan MPR akan membahas masalah ini dalam rapat gabungan pada hari Senin, 18 Mei, sebelum mengambil keputusan. Keputusan akhir akan diumumkan setelah rapat pimpinan berlangsung.

Peristiwa ini menyorot pentingnya standar penjurian dan desain soal pada lomba nasional. Hasil diskusi pimpinan MPR pekan depan akan menentukan langkah korektif untuk menyempurnakan penyelenggaraan LCC 4 Pilar ke depan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait

Komentar (0)

Komentar akan ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!