Festival Bambu Magetan: UMKM dan Lingkungan Berjalan Seimbang
Magetan — Pelaksana Tugas Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Suyatno, membuka Festival Bambu di GOR Ki Mageti pada Jumat (12/6/2026). Acara yang digelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup ini berlangsung selama sepuluh hari dan bertujuan menyelaraskan pembangunan daerah dengan kelestarian alam.
Pembukaan dan pesan utama
Pada pembukaan, Suyatno menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, pelaku UMKM, dan pegiat lingkungan. Ia menyatakan dukungan legislatif agar kegiatan seperti festival bambu menjadi agenda rutin daerah.
"Kami dari DPRD mengapresiasi dan mendorong acara seperti ini agar dapat terus berlanjut ke depannya," ujar Suyatno.
Menurutnya, pembangunan harus berjalan tanpa mengorbankan lingkungan. Ia mengingatkan perlunya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian ekologi.
"Justru kita harus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian ekologi. Kalau bukan kita yang peduli lingkungan, lalu siapa lagi?" tambahnya.
Peran UMKM dalam ekonomi hijau
Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan pelaku UMKM memamerkan produk lokal mereka. Kehadiran UMKM jadi bukti bahwa roda perekonomian daerah dapat berputar sambil menjaga alam.
Suyatno menyampaikan bahwa pemberdayaan usaha kecil menengah penting untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa merusak lingkungan.
Bambu sebagai ikon ekologis dan ekonomi
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, menjelaskan alasan memilih bambu sebagai tema utama. Menurut Saif, bambu memiliki manfaat ekologis dan potensi ekonomis yang besar.
Secara ekologis, bambu efektif menyerap karbon dan membantu menyimpan cadangan air tanah. Secara ekonomi, bambu dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan dan industri kreatif.
"Bambu bisa dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif lainnya. Satu bambu, seribu manfaat," kata Saif.
Rangkaian acara dan tujuan edukasi
Festival menggabungkan edukasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi. Selain pameran produk UMKM, panitia menyelenggarakan beragam kegiatan sebagai berikut:
- Pentas seni tradisional menggunakan alat musik bambu seperti angklung dan suling
- Workshop kerajinan tangan berbahan bambu
- Pelatihan budidaya anggrek dan praktik ramah lingkungan
- Penyerahan penghargaan lomba lingkungan hidup kepada warga berprestasi
Pemberian penghargaan diharapkan memotivasi masyarakat Magetan untuk melakukan aksi nyata demi menjaga lingkungan dan mengembangkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Festival Bambu Magetan menjadi contoh integrasi pelestarian alam dan penguatan ekonomi lokal, dengan prospek menjadi model bagi kegiatan serupa di daerah lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Ketua Komisi E: Negara Perkuat Subsidi Pendidikan di Jatim
Ketua Komisi E DPRD Jatim, Sri Untari, minta negara perkuat subsidi pendidikan agar biaya tak menghalangi an...
DPRD Magetan Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden 2026
DPRD Magetan menggelar Rapat Paripurna Istimewa (14/8/2026) untuk mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden da...
Bupati Bangkalan: Jaga Persatuan Bangsa di Tengah Tantangan Ruang Digital
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengingatkan bahaya polarisasi di ruang digital dan menyerukan peningkatan lit...
DPRD Jatim Minta Data dan Pengawasan Ketat untuk MBG dan KDMP
Deni Wicaksono minta capaian MBG dan KDMP diuji data faktual, buka data lengkap, dan diawasi ketat agar manf...
Deni Wicaksono: Capaian MBG dan KDMP Harus Diukur dengan Data
Wakil Ketua DPRD Jatim Deni Wicaksono minta capaian MBG dan KDMP dalam pidato kenegaraan diuji lewat data da...
DPRD: Persoalan Lahan KDMP Jatimulyo Bisa Jadi Preseden
Komisi A DPRD Jember minta penyelesaian legalitas lahan KDMP Jatimulyo sebelum pembangunan agar tidak memicu...