Fazri Marsandi Jadi Best Player, Bawa Jabar Juara Soekarno Cup
SURABAYA — Muhammad Fazri Marsandi, 17 tahun, terpilih sebagai Best Player Soekarno Cup 2026 setelah membantu tim Banteng Jawa Barat meraih gelar juara pada Senin malam, 24 Agustus 2026. Final diwarnai drama adu penalti yang dimenangkan Jabar 5-3 atas Banteng Bali, menandai untuk pertama kalinya Jawa Barat membawa pulang trofi kompetisi tersebut.
Perjalanan karier dan persiapan
Keputusan serius Fazri menekuni sepak bola dimulai sejak ia duduk di kelas 2 SD. Sepuluh tahun konsistensi, latihan, dan pengorbanan membawanya ke panggung besar itu. Persiapan tim Jabar dalam tiga bulan terakhir disebut Fazri sebagai kunci pencapaian tim.
“Terutama pasti kerja keraslah dari tiga bulan kemarin. Jabar mempersiapkan tim yang terbaik dan alhamdulillah juga saya bisa menjadi pemain terbaik,”
Di luar jadwal latihan tim, Fazri tetap berlatih sendiri di rumah untuk mempertahankan kebugaran dan disiplin. Rutinitas tambahan itu menjadi pembeda ketika tekanan pertandingan semakin besar.
Detik-detik final: dari tekanan sampai penalti
Final berjalan ketat. Pada babak pertama, Jabar mengalami kesulitan menguasai bola dan berada di bawah tekanan Bali. Aliran permainan tidak berjalan sesuai rencana sehingga tim harus menata ulang strategi di sela pertandingan.
“Babak pertama Jabar kesulitan menguasai bola, tapi babak kedua alhamdulillah Jabar bisa keluar dari tekanan,”
Pada babak kedua, Jabar meningkatkan intensitas permainan dan cukup untuk membawa laga ke adu penalti. Di momen itu, ketenangan mental menjadi penentu hasil. Jabar akhirnya unggul 5-3 lewat drama tos-tosan dan mengunci gelar juara.
Peran keluarga dan kebiasaan pra-pertandingan
Fazri menekankan pentingnya doa dan dukungan keluarga sebelum berlaga. Minta izin dan restu orang tua dianggapnya sumber kekuatan moral yang memberi ketenangan saat bertanding.
“Sempat, pastinya harus minta restu lah biar kita juga selamat, berkah minta doanya,”
Di lapangan, persiapan sederhana seperti cokelat dan minuman isotonik membantu menjaga semangat dan stamina. Namun, bagi Fazri, yang paling penting adalah keyakinan bahwa kerja keras akan menemukan jalannya.
Ambisi ke depan
Penghargaan Best Player dan trofi juara bukan titik akhir bagi Fazri. Di usia 17 tahun, ia melihat gelar ini sebagai pijakan menuju level kompetisi lebih tinggi.
“Saya ingin lebih dari yang sekarang, misalnya ke Liga 3 atau enggak Liga 2. Terima kasih Soekarno Cup,”
Dengan trofi di tangan dan gelar individu, Fazri kini bersiap melanjutkan perjalanan kariernya menuju kompetisi profesional. Keberhasilan Jabar di Soekarno Cup menjadi sinyal potensi pemain muda provinsi itu dan membuka peluang pengembangan lebih luas bagi tim dan pemainnya.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Said Abdullah: Partai Harus Hadir untuk Rakyat Setiap Hari
MH Said Abdullah minta kader PDI Perjuangan Jatim menjaga kepercayaan rakyat lewat mendengar dan kerja nyata...
PDI Perjuangan Jatim Salurkan 1.000 Paket Sembako di Malang
PDI Perjuangan Jatim salurkan 1.000 paket sembako di Malang pada 9 Oktober 2026 sebagai bentuk kehadiran dan...
Teman Lansia Banyuwangi: Pendampingan untuk Warga Lansia
Pemkab Banyuwangi meluncurkan Teman Lansia untuk mendampingi lansia sebatang kara dan miskin agar mendapat a...
DPRD Minta Kajian Ulang Rencana Retreat Kepala Sekolah Malang
Ketua DPRD Kota Malang minta Pemkot kaji ulang rencana retreat kepala sekolah dan fokus pada perbaikan tata...
Surabaya Bongkar Gardu Pungli di Jalan Menuju Stadion GBT
Pemkot Surabaya bersama polisi membongkar gardu pungli di Romokalisari dekat Stadion GBT setelah aduan tenta...
DPR Dorong Penetapan Batas Usia Pakai Galon Guna Ulang
Novita Hardini mendesak pemerintah menetapkan batas usia pakai maksimal galon guna ulang berbasis kajian ilm...