Politik

PDIP Jatim Ziarah ke Makam Ulama Jelang Muktamar NU 2026

Bagikan:
Rombongan PDIP Jawa Timur ziarah di Makam Mbah Wahab Tambakberas Jombang

JOMBANG – Menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama pada 27–31 Agustus 2026, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur melakukan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh besar NU di Jombang, Selasa (25/8/2026). Kegiatan dipimpin Sekretaris DPD Deni Wicaksono dan diikuti jajaran pengurus sebagai bentuk penghormatan sekaligus menyambut kedatangan muktamirin.

Ziarah dan rute kunjungan

Rombongan memulai ziarah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas dengan berdoa di makam KH Abdul Wahab Chasbullah atau Mbah Wahab. Setelah itu rombongan bergerak ke Pondok Pesantren Tebuireng untuk ziarah ke makam KH Hasyim Asyari dan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Makna historis dan pesan persaudaraan

Deni mengatakan ziarah berfungsi mengingatkan relasi panjang antara kekuatan religius dan nasionalis dalam sejarah Indonesia. Ia menilai persaudaraan itu bukan akibat momentum politik, melainkan tumbuh dari sejarah perjuangan bersama.

"NU telah membersamai Indonesia sejak sebelum kemerdekaan. Para kiai, pesantren, dan santri ikut mendirikan, mempertahankan, kemudian mengisi Republik melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial."

Menurut Deni, kunjungan ke makam Mbah Wahab khusus bermakna karena muktamar diselenggarakan di lingkungan yang terkait erat dengan perjalanan hidup salah satu pendiri NU tersebut. Mbah Wahab dikenal memelopori pendirian wadah pendidikan dan pergerakan yang kemudian menjadi bagian penting kelahiran NU.

"Mbah Wahab adalah seorang penggerak. Dari lingkungan pesantren beliau membangun pendidikan, mempertemukan para ulama, menggerakkan kesadaran kebangsaan, hingga ikut mendirikan Nahdlatul Ulama."

Nilai kebangsaan dari Tebuireng ke Ciganjur

Di Tebuireng, ziarah mengingatkan pada Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 dan peran kiai serta santri dalam pembelaan Republik. Deni mengaitkan semangat itu dengan jejak persaudaraan yang berlanjut pada peristiwa politik lain, termasuk Deklarasi Ciganjur 1998 yang mempertemukan tokoh nasional seperti Gus Dur dan Megawati Soekarnoputri.

Pelayanan bagi muktamirin

Selain doa, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membuka Posko Kesehatan di sekitar kompleks Bahrul Ulum. Posko dikelola Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDI Perjuangan bersama Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) untuk melayani kiai, nyai, santri, dan peserta muktamar.

"Bagi kami, menyambut Muktamar bukan hanya mengucapkan selamat. Kami ingin ikut membantu dan melayani."

Tutup: harapan dan pesan

Wakil Ketua Bidang Keagamaan DPD PDI Perjuangan Jatim, KH Abdul Wahab Yahya (Gus Wahab), menyatakan keluarga besar pesantren turut bahagia menyambut muktamar. Ia menegaskan pentingnya merawat relasi antara religiositas, kebangsaan, dan pengabdian sosial demi kemaslahatan rakyat.

"Keislaman dan kebangsaan tidak perlu dipisahkan. Para pendahulu kita sudah memberi teladan."

DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Muktamar ke-35 dan mendoakan agar forum berjalan teduh, penuh persaudaraan, dan membawa manfaat bagi jamiyah, jamaah, bangsa, serta negara.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait