KPAI Minta Evaluasi RPTRA DKI Usai Anak Tersetrum
KPAI meminta evaluasi menyeluruh terhadap seluruh RPTRA di Jakarta setelah seorang anak berusia tujuh tahun tersetrum di Taman Kramat Pulo. Insiden terjadi pada 7 Juni dan memicu kekhawatiran soal instalasi listrik dan keselamatan fasilitas bermain anak.
Kronologi kejadian
Polisi menyatakan peristiwa bermula dari dugaan perundungan. Korban berinisial MWP, tujuh tahun, diduga diganggu oleh dua remaja saat bermain di RPTRA tersebut.
Dalam penyelidikan, kamera pengawas merekam dua remaja yang menggotong korban ke dekat tiang lampu. Di lokasi itu diduga ada aliran listrik yang menyebabkan korban tersetrum.
“Peristiwa terjadi pada 7 Juni dan terekam CCTV. Dua remaja menggotong korban ke dekat tiang lampu,”
Permintaan pemeriksaan RPTRA
Wakil Ketua KPAI Jasra Putera meminta pengurus wilayah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas publik terpadu ramah anak. Pemeriksaan harus mencakup kondisi mainan, struktur fasilitas, serta instalasi listrik.
“Korban dibawa ke tiang lampu oleh dua remaja. Ternyata terdapat aliran listrik pada tiang tersebut,”
Ia mengingatkan bahwa insiden serupa pernah terjadi dan bahkan berujung pada kematian. Karena itu, perbaikan segera wajib dilakukan jika ditemukan kabel terkelupas atau fasilitas rusak.
Tindakan kepolisian dan kondisi korban
Polisi telah mengamankan dua terduga pelaku berinisial ALR dan RM untuk keperluan penyelidikan. Kasus ini ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak serta menerapkan pasal dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.
Sementara itu, pihak kepolisian menyampaikan korban sudah pulang dari rumah sakit dan kondisinya dipantau secara berkala pascakejadian.
Imbauan kepada pengurus dan masyarakat
KPAI mengimbau pengurus RPTRA dan pemerintah daerah melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah bahaya serupa. Selain pemeriksaan teknis, pengawasan dan pelibatan masyarakat dinilai penting untuk menjaga keamanan area bermain anak.
Berikut poin pemeriksaan yang diminta KPAI:
- Pengecekan instalasi listrik dan sambungan di area taman.
- Perbaikan segera kabel terkelupas atau komponen rusak.
- Pemeriksaan kelayakan peralatan bermain dan struktur pendukung.
- Peningkatan pengawasan dan patroli di jam anak bermain.
Kasus ini kembali menyorot pentingnya standar keselamatan di ruang publik yang sering digunakan anak. Evaluasi dan perbaikan menyeluruh diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa depan.
Berita Terkait
Kunjungan Kenegaraan: Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Jakarta
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Jakarta pada 15 Juni 2026 untuk kunjungan kenegaraan dan per...
Pendekatan Humanis Polri Dinilai Kunci Stabilitas Sosial
Boni Hargens memuji pendekatan humanis Polri sebagai kunci menjaga stabilitas sosial saat demonstrasi, sambi...
Hari Ini Steinmeier Kunjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier mengunjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta pada 15 Juni 2026 u...
Prabowo–Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis di Jakarta
Presiden Prabowo menerima kunjungan kenegaraan Presiden Jerman Steinmeier pada 15 Juni 2026 untuk membahas k...
Menteri PPPA Kecam Kekerasan Seksual terhadap 3 Siswi SD di Palu
KemenPPPA mengecam dugaan kekerasan seksual oleh oknum guru P3K terhadap tiga siswi SD di Palu dan minta pro...
BAM DPR Tekankan Tata Kelola Berkelanjutan di Palembang
BAM DPR menekankan tata kelola perkotaan berkelanjutan di Palembang untuk atasi banjir dan kemacetan; hasil...