Prabowo Ajak Steinmeier Sapa Pelajar di Istana Merdeka
Presiden Prabowo Subianto mengajak Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menyapa ratusan pelajar sekolah dasar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 15 Juni 2026. Momen hangat ini terjadi usai upacara penyambutan dalam rangka kunjungan kenegaraan Steinmeier ke Indonesia.
Suasana penyambutan
Ratusan siswa berbaris di halaman istana sambil mengibarkan bendera Indonesia dan Jerman. Mereka terlihat antusias menyambut kedua kepala negara saat rombongan berjalan melintasi jalur upacara. Pasukan kehormatan berjajar rapi di belakang kedua pemimpin sebagai pengawal prosesi resmi.
Interaksi langsung dengan pelajar
Setelah upacara, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier berjalan berdampingan menuju sisi halaman Istana Merdeka. Keduanya kemudian melambaikan tangan dan menyapa para pelajar yang menyambut dengan sorak gembira. Ekspresi ceria menghiasi wajah anak-anak saat mendapat perhatian langsung dari kedua pemimpin.
Simbol persahabatan
Bendera Indonesia dan Jerman berdiri berdampingan sepanjang jalur upacara sebagai simbol kerja sama kedua negara. Kehadiran para pelajar menambah nuansa akrab dalam prosesi yang bersifat diplomatik dan khidmat. Beberapa anak terus mengibarkan bendera kecil sambil tersenyum ke arah rombongan kepala negara.
Makna kunjungan
Agenda kunjungan Steinmeier tak hanya berisi pertemuan bilateral, tetapi juga interaksi dengan masyarakat, termasuk generasi muda Indonesia. Bagi para pelajar yang hadir, kesempatan menyaksikan langsung dua kepala negara menjadi pengalaman berharga dan edukatif. Momen ini menggambarkan wajah diplomasi yang dekat dengan masyarakat dan penuh kehangatan.
Secara keseluruhan, momen sapaan kepada pelajar menjadi bagian humanis yang menonjol dari rangkaian kunjungan kenegaraan. Kehangatan itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya pertukaran budaya dan pendidikan dalam memperkuat hubungan antarnegara.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Mendag: Penilaian 'Excess Capacity' Harus Berdasarkan Bukti
Mendag Budi Santoso minta penilaian 'excess capacity' dibuat berbasis bukti sektoral, dibahas dalam G20 TMM...
Pakar: Gugatan Syarat Pendidikan Wapres Seharusnya Ditolak MK
Pakar hukum menilai gugatan soal syarat pendidikan Wapres Gibran seharusnya tak dapat diterima MK karena sub...
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...