Nasional

MT Mauhau Evakuasi 16 Korban MV Virgo Transport 8, 1 Meninggal

Bagikan:
Kapal tanker MT Mauhau di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin saat evakuasi korban

MT Mauhau milik PT Pertamina Patra Niaga mengevakuasi 16 korbanMV Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Evakuasi berujung pada 15 korban selamat dan 1 meninggal. Kapal tanker ini tiba di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin 14 September 2026 pukul 06.10 WITA dan menyerahkan korban kepada Basarnas untuk penanganan lanjut.

Evakuasi dan kondisi korban

Dari 16 orang yang diangkut, 15 dinyatakan selamat. Satu orang yang mengalami luka parah meninggal sekitar pukul 10.16 waktu setempat. Seluruh korban mendapat pertolongan pertama dan kebutuhan dasar saat berada di atas MT Mauhau sebelum diserahterimakan ke posko SAR/Basarnas.

Proses penyelamatan

Peristiwa bermula ketika MT Mauhau yang sedang berlayar menuju Tuban, Jawa Timur, menerima sinyal darurat melalui radio VHF dari MV Virgo Transport 8. Nakhoda MT Mauhau langsung mengarahkan kapal ke lokasi kejadian sekitar 10 nautical mile (NM) dari posisi kapal.

Awak kapal juga berkoordinasi dengan Basarnas dan pihak terkait. Sekitar pukul 03.00 waktu setempat, kru MT Mauhau mendeteksi penggunaan parachute flare oleh para korban sebagai penanda lokasi. Tim kapal kemudian berhasil mengevakuasi semua 16 orang, termasuk nakhoda kapal yang mengalami musibah.

Penyerahan korban dan jadwal kapal

Setibanya di Pelabuhan Trisakti, seluruh korban diserahkan kepada Posko SAR/Basarnas untuk evakuasi lanjutan sesuai kondisi masing-masing. Setelah proses serah terima selesai, MT Mauhau melanjutkan pelayaran menuju Tuban. Kapal berangkat dari OB Banjarmasin pada 14 September pukul 13.30 dan dijadwalkan tiba di Tuban pada 15 September 2026 pukul 16.00 waktu setempat.

Seluruh 21 awak MT Mauhau dilaporkan dalam kondisi aman dan sehat.

Respons dan komitmen

Begitu menerima informasi kondisi darurat, awak MT Mauhau segera bergerak membantu penyelamatan para korban. Pagi ini, seluruh korban telah kami serahkan kepada Basarnas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Menurut manajemen, keselamatan jiwa menjadi prioritas utama. Respons cepat awak MT Mauhau mendapat apresiasi sebagai wujud semangat kemanusiaan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Perusahaan menegaskan komitmen mendukung keselamatan pelayaran melalui kesiapsiagaan dan koordinasi dengan Basarnas serta pihak terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait