Erlangga Luncurkan Buku Bahasa Inggris untuk Tingkatkan Percaya Diri
Erlangga meluncurkan seri buku sains dan matematika berbahasa Inggris untuk mengatasi hambatan psikologis siswa dalam menggunakan bahasa asing. Peluncuran resmi dilaksanakan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026. Penerbit menargetkan peningkatan kemampuan komunikasi internasional agar pelajar lokal lebih siap bersaing secara global.
Seri Next Gen Choice: tujuan dan format
Direktur Produk Ch. Eny Wijayanti memperkenalkan Next Gen Choice (NGC) yang diterbitkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Menurut Eny, keputusan ini diambil untuk mendorong pelajar menggunakan bahasa internasional sejak dini.
"Dua hal utama ini yang mendasari mengapa kami menerbitkan NGC, and in English full. Kami memberanikan diri karena ingin bersaing di dunia global,"
Program pelatihan dan pendampingan guru
Penerbit menyiapkan program pelatihan intensif untuk tenaga pengajar. Tujuannya agar guru lebih berani menyampaikan materi dalam bahasa Inggris dan bisa mendampingi siswa sepanjang semester.
- Pelatihan intensif bagi guru.
- Pendampingan di tengah semester untuk menangani hambatan praktis.
- Materi dan panduan yang memudahkan pengulangan bahasa di kelas.
"Kami akan melatih guru-guru, nanti kami juga akan dampingi guru-guru di tengah semester,"
Peran sekolah: menciptakan ruang aman
Direktur Akademik Sekolah Bogor Raya, Fransiska Susilawati, menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang aman dan terstruktur. Ia meminta guru menjadi fasilitator yang menumbuhkan keberanian siswa untuk berbicara dalam bahasa asing.
"Last one adalah memberikan ruang yang aman, yang terstruktur, tidak berisiko. Untuk apa? Menumbuhkan kultur berani dan percaya diri menggunakan bahasa Inggris,"
Fransiska menyarankan pengulangan instruksi bahasa di kelas sebagai cara efektif menghilangkan keraguan psikologis. Menurutnya, kebiasaan membaca dan mengulang kata akan meningkatkan kepercayaan guru dan siswa secara bertahap.
Pengalaman publik: bukti kesenjangan kepercayaan
Tokoh publik Becky Tumewu berbagi pengalaman pengamatan saat kompetisi di Singapura. Ia melihat siswa Indonesia kurang percaya diri meski kemampuan bahasa mereka memadai.
"...ngomongnya tuh ada keterbatasan, confidence-nya kurang, kemudian masih berbicara seperti berpikirnya tuh masih dalam bahasa Indonesia diterjemahkan,"
Becky menilai kecenderungan menerjemahkan pikiran secara literal menjadi penghambat kealamian berkomunikasi. Ia mendukung pemakaian literatur berbahasa Inggris sejak dini untuk membentuk pola pikir adaptif.
Implikasi dan langkah ke depan
Langkah penerbitan NGC sekaligus pelatihan guru diharapkan membangun budaya praktik bahasa asing di sekolah. Jika diadopsi luas, strategi ini berpotensi menutup kesenjangan kepercayaan dan meningkatkan kesiapan pelajar bersaing di tingkat internasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Beasiswa BPDDI 2026 Dibuka, Dosen Berkesempatan Kuliah S3 Gratis
Kemdiktisaintek membuka Beasiswa BPDDI 2026 untuk dosen perguruan tinggi, menyediakan dana hidup, transporta...
15 Siswa Sekolah Rakyat Tampil di JFC 2026 dengan Karya Daur Ulang
15 siswa Sekolah Rakyat Jember tampil di JFC 2026 (24–26 Juli) memamerkan kostum daur ulang dan mengasah kre...
Uskup Asia Puji Masjid Istiqlal sebagai Simbol Persaudaraan
Kardinal dan uskup FABC menutup Sidang Pleno ke-12 dengan mengunjungi Masjid Istiqlal, simbol persaudaraan l...
Delegasi FABC Kagumi Masjid Istiqlal: Simbol Persaudaraan
Penutupan FABC ke-12 berakhir dengan kunjungan 154 delegasi ke Masjid Istiqlal, menegaskan persaudaraan dan...
Menlu Sugiono Dorong Revitalisasi ARF untuk Hadapi Tantangan Keamanan
Menlu Sugiono mendorong revitalisasi ARF agar lebih responsif terhadap tantangan keamanan kawasan dan menged...
MUI Dorong Zakat Jadi Pengurang Pajak Langsung
MUI mengusulkan zakat diakui sebagai tax credit (pengurang pajak langsung) untuk mencegah beban ganda dan me...